Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Menguat 3,49% Sepekan, Asing Justru Kabur dari BBCA hingga BUMI

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir menunjukkan penguatan signifikan. Namun di balik reli tersebut, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) dalam jumlah besar pada sejumlah saham unggulan hingga lapis dua.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net sell asing terbesar, mencapai Rp3,86 triliun. Sejalan dengan tekanan tersebut, harga BBCA terkoreksi 6,19% dalam sepekan ke level Rp7.200 per saham.

Posisi berikutnya ditempati PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan aksi jual bersih Rp1,97 triliun. Menariknya, meski dilepas asing dalam jumlah besar, harga BUMI justru melonjak 29,20% ke Rp292 per saham, berupaya bangkit dari tekanan pasca peringatan indeks MSCI pada akhir Januari lalu.

Baca Juga : IHSG Berpotensi Uji 8.150 Jelang Long Weekend, Analis Siapkan Skenario Bullish ke 8.440

Saham perbankan lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), juga mengalami net sell Rp349,50 miliar. Sementara itu, saham-saham energi dan pertambangan seperti PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat net sell Rp207,52 miliar, namun harga sahamnya tetap melesat 33,62%.

Tekanan serupa terjadi pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan net sell Rp191,88 miliar dan pelemahan harga 1,67%. Di sisi lain, PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) juga dilepas asing, meski harga sahamnya justru melonjak antara 30% hingga 44% dalam periode yang sama.

Secara keseluruhan, IHSG ditutup melemah 0,64% ke level 8.212,27 pada perdagangan Jumat (13/2/2026). Meski demikian, secara mingguan IHSG masih mencatat kenaikan 3,49%, di tengah net sell asing Rp6,12 triliun di pasar reguler.

Baca Juga : IHSG Bersiap Uji 8.400, Sektor Energi Jadi Motor Penguatan Pasar

Sentimen MSCI Masih Membayangi

Tekanan jual asing tak lepas dari sentimen evaluasi yang dilakukan oleh MSCI terkait aspek transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia. Isu tersebut sempat memicu koreksi tajam pada akhir Januari.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan pertemuannya dengan perwakilan MSCI berlangsung hampir dua jam dan lebih berfokus pada aspek teknis serta perbaikan tata kelola, bukan pada fundamental ekonomi Indonesia.

Baca Juga : IHSG Berpotensi Lanjut Menguat ke 8.200, Pasar Nantikan Hasil Pertemuan BEI–MSCI

Menurutnya, evaluasi tersebut justru menjadi momentum percepatan reformasi, termasuk penguatan digitalisasi birokrasi dan government technology. Pemerintah pun memastikan stabilitas makroekonomi nasional tetap terjaga, sehingga gejolak pasar dinilai lebih dipengaruhi faktor teknikal dan sentimen jangka pendek.

(Dra/nusantaraterkini.co).