Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Berpotensi Uji 8.150 Jelang Long Weekend, Analis Siapkan Skenario Bullish ke 8.440

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung fluktuatif pada perdagangan Jumat (13/2/2026), menjelang periode long weekend. Pada sesi sebelumnya, Kamis (12/2/2026), IHSG ditutup melemah 25,62 poin atau 0,31 persen ke level 8.265,35.

Secara teknikal, analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam skenario optimistis. Dalam proyeksi terbaik, indeks berpotensi bergerak menuju area 8.377–8.440 sebagai bagian dari pola lanjutan wave (c) dari wave [x]. Namun demikian, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi koreksi lanjutan ke kisaran 8.155–8.202.

MNC Sekuritas menetapkan area support kuat di 7.863 dan 7.712, sementara resistance berada pada 8.354 dan 8.517. Strategi yang disarankan adalah buy on weakness pada sejumlah saham pilihan seperti BKSL, ELSA, ENRG, dan PSAB, dengan rentang entry, target price, serta batas stoploss yang telah ditentukan.

Baca Juga : IHSG Bersiap Uji 8.400, Sektor Energi Jadi Motor Penguatan Pasar

Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas melihat pelemahan IHSG dipicu aksi ambil untung menjelang libur panjang. Tekanan juga datang dari nilai tukar rupiah yang ditutup melemah ke Rp16.810 per dolar AS, seiring penguatan dolar terhadap mayoritas mata uang global.

Dari sisi indikator teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA200, meskipun gagal mempertahankan posisi di atas 8.300. Histogram MACD negatif mulai menyempit dan Stochastic RSI bergerak naik di sekitar area pivot, mengindikasikan peluang konsolidasi jangka pendek.

Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi menguji rentang support 8.150–8.200 pada perdagangan hari ini. Level resistance dipetakan di 8.300, pivot di 8.250, dan support terdekat di 8.150.

Baca Juga : IHSG Berpotensi Terkoreksi, Analis Ungkap Level Waspada dan Saham Pilihan Hari Ini

Dari sentimen domestik, pasar menanti agenda sarasehan ekonomi yang akan digelar Presiden Prabowo Subianto. Forum tersebut diharapkan memberi arah kebijakan yang lebih jelas di tengah dinamika global dan menyusul keputusan Moody's yang merevisi outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Adapun dari eksternal, investor mencermati rilis inflasi Amerika Serikat periode Januari 2026. Konsensus memperkirakan inflasi tahunan melandai ke 2,5 persen dari 2,7 persen pada Desember 2025, sementara inflasi inti diproyeksikan turun tipis ke 2,5 persen dari 2,6 persen.

Untuk perdagangan 13 Februari 2026, Phintraco merekomendasikan sejumlah saham unggulan seperti SMGR, ASII, INTP, PGEO, dan SMDR sebagai top picks jangka pendek.

Baca Juga : IHSG Tampil Perkasa di Awal Pekan, Peluang Lanjut Menguat Masih Terbuka

(Dra/nusantaraterkini.co).