Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan penguatan terbatas. Pada sesi Selasa (30/12), IHSG naik 2,68 poin atau sekitar 0,30 persen ke level 8.646,94, menandai akhir tahun yang positif di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Meski indeks menguat, aktivitas investor asing masih didominasi aksi jual. Tercatat, asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp 937,79 miliar di seluruh pasar. Dari jumlah tersebut, Rp 888,53 miliar terjadi di pasar reguler, sementara Rp 49,26 miliar berasal dari pasar negosiasi.
Saham Paling Banyak Dilepas dan Diborong Asing
Baca Juga : IHSG Menguat 3,49% Sepekan, Asing Justru Kabur dari BBCA hingga BUMI
Tekanan jual asing terbesar tercatat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai mencapai Rp 415,7 miliar. Selanjutnya disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 268 miliar dan PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) sebesar Rp 104 miliar.
Di sisi lain, beberapa saham justru menjadi incaran investor asing. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) memimpin daftar net buy dengan Rp 199,8 miliar, diikuti PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 82,4 miliar dan PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp 68,8 miliar.
Performa Saham LQ45
Baca Juga : IHSG Bersiap Uji 8.400, Sektor Energi Jadi Motor Penguatan Pasar
Pada kelompok saham unggulan LQ45, penguatan terbesar dicatat oleh:
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,58%
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat 2,17%
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bertambah 1,97%
Sementara itu, tekanan jual paling dalam dialami oleh:
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) turun 6,94%
PT Indosat Tbk (ISAT) melemah 4,92%
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi 4,55%
Sektor Penopang dan Penekan IHSG
Penguatan IHSG didorong oleh enam sektor saham. Sektor barang konsumsi nonprimer menjadi penopang utama dengan lonjakan 3,03%, disusul sektor infrastruktur yang naik 2,04%.
Sektor lain yang ikut menguat yakni keuangan (0,97%), barang konsumsi primer (0,51%), properti dan real estat (0,36%), serta perindustrian (0,19%).
Di sisi sebaliknya, lima sektor bergerak di zona merah. Sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,53%, diikuti barang baku (1,17%) dan teknologi (0,98%). Adapun energi melemah 0,19%, sementara transportasi dan logistik turun 0,11%.
Kinerja Transaksi dan Capaian Tahunan
Total volume perdagangan saham mencapai 39,55 miliar lembar dengan nilai transaksi sekitar Rp 20,61 triliun. Sebanyak 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham bergerak stagnan.
Dalam lima hari perdagangan terakhir, IHSG mencatat akumulasi kenaikan 0,43%. Sepanjang tahun 2025, indeks berhasil membukukan penguatan signifikan sebesar 22,13%, mencerminkan kinerja pasar saham yang solid sepanjang tahun.
(Dra/nusantaraterkini.co).
