IHSG Berpotensi Lanjut Menguat ke 8.200, Pasar Nantikan Hasil Pertemuan BEI–MSCI
IHSG diproyeksi menguat ke 8.200 seiring sentimen global positif, penguatan rupiah, dan penantian hasil pertemuan BEI-MSCI.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (11/2/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup naik 1,24 persen ke level 8.131,74.
Kenaikan ini dinilai mencerminkan mulai pulihnya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia. Sentimen positif dari bursa global, penguatan harga komoditas, serta stabilnya nilai tukar rupiah menjadi faktor pendorong utama.
Rupiah tercatat menguat ke level Rp16.790 per dolar AS di pasar spot, memperkuat daya tarik aset domestik di mata investor asing.
Selain itu, pelaku pasar tengah menunggu hasil lanjutan pertemuan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI yang berlangsung hari ini. Pertemuan tersebut dinilai penting karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar saham Indonesia.
Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih bergerak dalam tren positif. Posisi indeks yang bertahan di atas moving average lima hari (MA5), disertai penyempitan histogram negatif pada MACD dan sinyal rebound dari Stochastic RSI, membuka peluang penguatan lanjutan.
IHSG diproyeksikan menguji level resistance di kisaran 8.200 hingga 8.215.
Dari dalam negeri, data penjualan ritel Desember 2025 tumbuh 3,5 persen secara tahunan (yoy). Meski melambat dibandingkan November yang mencapai 6,3 persen yoy, angka ini tetap menunjukkan ekspansi selama delapan bulan berturut-turut.
Pertumbuhan tersebut didukung berbagai stimulus pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat. Dengan meningkatnya indeks keyakinan konsumen pada Januari 2026, serta momentum perayaan Imlek yang disusul Ramadan dan Idulfitri pada Februari hingga Maret, konsumsi domestik berpotensi kembali terdorong pada kuartal I-2026.
Dari eksternal, pasar juga mencermati data inflasi Tiongkok Januari 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 0,5 persen yoy dari 0,8 persen pada bulan sebelumnya. Sementara di Amerika Serikat, data nonfarm payrolls Januari diproyeksikan bertambah 40 ribu tenaga kerja, lebih rendah dari 50 ribu pada Desember 2025, dengan tingkat pengangguran diperkirakan naik tipis ke 4,5 persen.
Analis MNC Sekuritas menilai penguatan IHSG yang disertai lonjakan volume telah menutup area gap di rentang 8.025–8.102. Secara teknikal, indeks masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 8.264–8.440 sebagai bagian dari pola wave (c).
Namun demikian, skenario koreksi jangka pendek tetap terbuka ke area 7.922–8.006 sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.
Untuk perdagangan hari ini, sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain CDIA, INET, BKSL, CUAN, APEX, serta AMMN, BBYB, RAJA, dan RMKE.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKKunker ke Papua, Yorrys Dorong Percepatan RUU Pelindungan Masyarakat Adat
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
POLITIKHendri Satrio Sentil Gibran: Perjalanan Politik Anda Berbeda dengan Jokowi!
Rozie Winata·47 menit yang lalu -
EKONOMIAturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALAleksandar Vucic Mundur dari Presiden Serbia, Siap Maju Jadi PM
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·10 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan