Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Eskalasi di perbatasan kembali terjadi setelah militer Israel melancarkan serangan ke wilayah selatan Lebanon pada Kamis (12/2/2026). Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan satu orang tewas akibat serangan tersebut.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan serangan itu menyasar kawasan al-Tiri, sebuah wilayah di selatan Sungai Litani yang berjarak sekitar 111 kilometer dari Beirut. Hingga kini, identitas korban belum diumumkan dan rincian kerusakan masih dalam pendataan.
Di sisi lain, militer Israel mengklaim target serangan adalah seorang anggota kelompok bersenjata Hizbullah yang disebut berhasil dilumpuhkan dalam operasi tersebut.
Baca Juga : Israel Klaim Tewaskan Anggota Pasukan Quds Iran dalam Serangan di Lebanon
Insiden ini terjadi di tengah situasi yang masih rapuh meski kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata pada November 2024 untuk meredakan konflik lintas batas. Namun, Israel disebut masih mempertahankan pasukan di sejumlah titik strategis di Lebanon selatan dan beberapa kali melakukan serangan yang diklaim sebagai langkah pencegahan.
Sementara itu, militer Lebanon pada Januari lalu mengumumkan telah menuntaskan tahap awal rencana pelucutan senjata Hizbullah di wilayah selatan Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel.
Pemerintah Lebanon dijadwalkan menggelar pertemuan dalam waktu dekat guna membahas perkembangan pelucutan senjata tersebut. Israel sebelumnya menuduh Hizbullah kembali memperkuat persenjataan, tuduhan yang dibantah oleh kelompok tersebut.
Baca Juga : Komandan Hizbullah Haytham Ali Tabtabai Tewas, Iran Janji Beri Balasan Menghancurkan ke Israel
Situasi ini menandai bahwa ketegangan antara Israel dan Hizbullah masih jauh dari mereda, meski kesepakatan gencatan senjata telah diteken lebih dari setahun lalu.
(Dra/nusantaraterkini.co).
