Penerima Bansos di Majalengka Pilih Mundur, Ternyata Ini Penyebabnya
Pemasangan stiker bansos di Majalengka membuat sejumlah warga memilih mundur karena malu. Pemkab berharap bantuan makin tepat sasaran.
Nusantaraterkini.co, MAJALENGKA – Kebijakan pemasangan stiker bagi penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Majalengka mulai memunculkan dampak sosial. Di Desa Jatiserang, Kecamatan Panyingkiran, sejumlah warga dilaporkan memilih mengundurkan diri dari kepesertaan bansos setelah rumah mereka akan ditempeli stiker khusus.
Program ini merupakan tindak lanjut dari surat imbauan Bupati Majalengka agar penyaluran bantuan seperti BPNT, PKH, bantuan pangan, dan BLT lebih tepat sasaran.
Kepala Desa Jatiserang, Tirta Wirahman, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti instruksi tersebut. Bahkan, sebelum pelaksanaan menyeluruh, pemerintah desa telah menyiapkan stiker yang akan dipasang di rumah penerima.
“Kami menerima imbauan dari Bupati melalui kecamatan agar rumah penerima bantuan sosial dipasangi stiker. Tujuannya agar lebih transparan dan tepat sasaran,” ujar Tirta, dikutip Jumat (13/2/2026).
Di Desa Jatiserang tercatat ada 1.512 penerima bansos. Namun jumlah rumah yang akan ditempeli stiker diperkirakan hanya sekitar 700 hingga 800 unit, karena dalam satu keluarga bisa menerima lebih dari satu jenis bantuan.
“Bisa saja satu keluarga menerima dua sampai empat program bantuan, jadi jumlah penerima tidak sama dengan jumlah rumah,” jelasnya.
Mundur karena Rasa Malu
Menariknya, kebijakan tersebut justru mendorong kesadaran sebagian warga. Tirta menyebut ada penerima yang merasa kondisi ekonominya sudah membaik sehingga memilih mundur sebelum stikernya dipasang.
“Warga yang rumahnya sudah bagus atau merasa sudah mampu biasanya malu jika dipasangi stiker. Tanpa paksaan, mereka datang sendiri menyatakan ingin mengundurkan diri,” katanya.
Ia mengungkapkan sudah ada warga yang menyampaikan pengunduran diri kepada Ketua PKH setempat karena tidak ingin rumahnya ditandai sebagai penerima bantuan.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Apip Supriyanto, menegaskan pemasangan stiker bertujuan memperkuat pengawasan dan transparansi.
Menurut data Dinsos, jumlah penerima bansos di Majalengka cukup besar, yakni sekitar 52 ribu penerima BPNT, 125 ribu PKH, 172 ribu bantuan pangan, dan sekitar 200 ribu BLT Kesera.
“Kebijakan ini muncul karena masih ada anggapan bantuan belum sepenuhnya tepat sasaran. Dengan stiker, masyarakat bisa ikut menilai kelayakan penerima,” ujar Apip.
Jika ditemukan rumah tergolong mewah atau memiliki kendaraan namun masih terdaftar sebagai penerima, pihaknya akan melakukan klarifikasi. Namun bila keluarga tersebut masih merasa layak, stiker tetap akan dipasang.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap kebijakan ini mampu mendorong rasa keadilan dan memastikan bansos benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOMuzani: Demokrasi Jadi Jalan Indonesia Mengelola Keberagaman
Fadli Tara·6 menit yang lalu -
INTERNASIONALRusia Klaim Hancurkan 25 Persen Fasilitas Internet dan Starlink Milik Ukraina
Rozie Winata·11 menit yang lalu -
-
KRIMINALPolresta Deliserdang Ringkus Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu, Sita 31 Gram Barang Bukti
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSTokoh Masyarakat Sebut Tindakan Ombudsman di Lapas Cibinong 'Offside'
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKKetua MPR Tegaskan Tidak Gegabah dalam Mengubah UUD 1945
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAPasaman Barat Siapkan 564 Kontingen Hadapi Porprov XVI Sumbar
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMATERA TERKININoer Fest 2026 Wadah Unjuk Bakat Siswa SD di Pasaman
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Targetkan Gotong Royong Kebersihan Lingkungan Rutin Setiap Bulan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
OLAHRAGAPanglima TNI Tinjau Kompetisi Primarox 2026 di BSD Tangerang
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan