Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Selasa (10/2/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup menguat 1,22 persen ke level 8.031.
Analis MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih bertahan di atas garis rata-rata MA200, menandakan tren jangka menengah masih relatif terjaga. Meski demikian, potensi koreksi tetap perlu diantisipasi.
“IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan jangka pendek untuk menguji area 8.028 hingga 8.102 sekaligus menutup gap. Namun, investor perlu mencermati potensi koreksi ke kisaran 7.785–7.904,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga : IHSG Berpotensi Bergejolak Usai Moody’s Ubah Outlook RI Jadi Negatif, Investor Diminta Waspada
Seiring dengan proyeksi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak diperhatikan, antara lain ARCI, BBCA, HRUM, dan JPFA.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas mencatat penguatan IHSG pada penutupan perdagangan Senin terjadi setelah indeks sempat tertekan oleh sentimen negatif penurunan outlook sejumlah emiten. Perbaikan sentimen global, khususnya penguatan bursa Asia, menjadi salah satu faktor penopang rebound IHSG.
Selain itu, tren kenaikan harga komoditas seperti emas, perak, dan tembaga turut memberikan sentimen positif bagi pasar. Dari sisi teknikal, indikator MACD menunjukkan penyempitan histogram negatif, sementara Stochastic RSI mengindikasikan peluang pembalikan arah dari area jenuh jual.
Baca Juga : IHSG Tertekan 4,73% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp705 Triliun
Meski demikian, volume transaksi tercatat relatif terbatas. Hal ini mengindikasikan pelaku pasar masih bersikap hati-hati dan cenderung menunggu kepastian arah pasar. Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif di rentang 8.000–8.100.
Dari sisi fundamental domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat ke level 127 pada Januari 2026, naik dari 123,5 pada Desember 2025. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak Januari tahun lalu, seiring membaiknya hampir seluruh subindeks utama.
Kinerja konsumsi juga tercermin dari penjualan sepeda motor yang tumbuh 3,1 persen secara tahunan (yoy) menjadi 577.763 unit pada Januari 2026, tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya, penjualan sempat tertekan tajam pada Desember 2025.
Baca Juga : Pasar Menanti Data PDB, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas
Namun, investor masih akan mencermati rilis data penjualan ritel Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5 persen dibandingkan 6,3 persen pada November.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan melanjutkan pertemuan teknis dengan MSCI pada Rabu (11/2/2026). Pertemuan ini merupakan bagian dari tindak lanjut pembahasan sebelumnya terkait reformasi pasar modal.
BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan menyampaikan sejumlah inisiatif strategis kepada MSCI, sejalan dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal yang ditargetkan rampung pada April 2026.
Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjutkan Reli ke 8.122, Ini 4 Saham Pilihan Analis
Adapun saham-saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas untuk dicermati pada perdagangan hari ini meliputi ANTM, JSMR, MDKA, PWON, dan ISAT.
(Dra/nusantaraterkini.co).
