Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berlangsung fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin (10/2/2026). Sentimen pasar belum sepenuhnya pulih pasca keputusan Moody’s Ratings yang merevisi outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026), IHSG terkoreksi tajam 168,62 poin atau 2,08 persen ke level 7.935,25. Tekanan serupa juga terjadi pada indeks LQ45 yang turun 1,66 persen ke posisi 815,58, mencerminkan aksi jual yang masih dominan di saham-saham berkapitalisasi besar.
Berdasarkan analisis teknikal Phintraco Sekuritas, IHSG saat ini berada di area krusial dengan resistance di level 8.100, pivot 8.000, serta support terdekat di kisaran 7.700–7.800. Dalam jangka pendek, indeks berpeluang menguji area support tersebut apabila tekanan jual belum mereda.
Baca Juga : IHSG Tertekan 4,73% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp705 Triliun
“Revisi outlook Moody’s meningkatkan kehati-hatian investor terhadap aset berisiko, khususnya di pasar negara berkembang seperti Indonesia,” tulis tim riset Phintraco Sekuritas.
Dari pasar global, bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan lalu. Indeks Dow Jones mencetak rekor baru dengan menembus level psikologis 50.000, didorong penguatan saham-saham siklikal dan rebound sektor teknologi. Meski demikian, secara mingguan indeks S&P 500 dan Nasdaq masih membukukan pelemahan.
Di sisi lain, harga emas kembali menguat hingga mendekati USD 4.954 per troy ounce seiring melemahnya dolar AS. Pelaku pasar global kini menanti rilis data inflasi dan tenaga kerja Amerika Serikat, inflasi China, serta hasil pemilu sela Jepang yang berpotensi memengaruhi arah pasar ke depan.
Baca Juga : IHSG Diproyeksi Melemah Terbatas, ASII, BRIS, dan TUGU Masuk Radar Analis
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada langkah Moody’s yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2 atau investment grade, meski outlook diturunkan menjadi negatif. Moody’s juga merevisi prospek sejumlah emiten besar, termasuk bank-bank utama seperti BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, dan BBTN.
Selain sektor perbankan, revisi outlook negatif juga menyasar sejumlah perusahaan strategis nasional seperti TLKM, Telkomsel, Pertamina Group, MIND ID, ICBP, hingga UNTR.
Phintraco Sekuritas menilai dampak dari perubahan outlook tersebut cenderung bersifat jangka pendek selama peringkat Indonesia tetap berada di level investment grade. Namun, dalam waktu dekat, pasar masih berisiko mengalami peningkatan volatilitas, pelemahan rupiah, serta potensi arus keluar dana asing.
Baca Juga : IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Simak Strategi dan Rekomendasi Saham Senin 2 Februari 2026
Jika tekanan berlanjut, IHSG diperkirakan dapat menguji support lanjutan di area 7.500. Untuk strategi pekan ini, Phintraco merekomendasikan saham PANI, TLKM, PNLF, CMRY, INTP, dan ERAL sebagai pilihan utama.
Sementara itu, MNC Sekuritas mencatat IHSG masih berada dalam fase koreksi, namun peluang rebound tetap terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level support 7.712.
“Selama level tersebut terjaga, IHSG berpotensi mengarah ke rentang penguatan 8.284 hingga 8.440,” tulis analis MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas menetapkan area support di 7.712 dan 7.547, dengan resistance di 8.214 dan 8.354. Saham yang direkomendasikan dengan strategi buy on weakness antara lain AMRT, AUTO, INDF, dan NCKL.
(Dra/nusantaraterkini.co).
