45 Persen Bansos Salah Sasaran, DPR Nilai Pemerintah Gagal Kelola DTSEN
Anggota Komisi VIII DPR Mahdalena melontarkan kritik keras terhadap pemerintah menyusul pengakuan Menteri Sosial bahwa sekitar 45 persen bantuan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi VIII DPR Mahdalena melontarkan kritik keras terhadap pemerintah menyusul pengakuan Menteri Sosial bahwa sekitar 45 persen bantuan sosial (bansos) selama ini salah sasaran.
Angka ini dinilainya sebagai bukti nyata kegagalan negara dalam melindungi rakyat miskin.
“Jika hampir separuh bansos tidak tepat sasaran, ini bukan lagi kesalahan teknis. Ini adalah krisis tata kelola dan kegagalan kebijakan sosial pemerintah,” tegas Mahdalena, Rabu (11/2/2026).
Mahdalena menyebut kekacauan ini bersumber dari lemahnya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang seharusnya menjadi fondasi seluruh kebijakan bantuan sosial.
Menurutnya, data ganda, data fiktif, dan data usang membuat anggaran negara yang seharusnya menyelamatkan rakyat miskin justru bocor dan disalahgunakan.
“Setiap rupiah bansos yang salah sasaran berarti hak orang miskin dirampas oleh sistem yang gagal dan lalai,” ujarnya.
Ia menegaskan, tanpa DTSEN yang akurat, pemerintah tidak memiliki legitimasi moral maupun administratif untuk mengklaim keberhasilan pengentasan kemiskinan.
Karena itu, Mahdalena mendesak agar pembaruan DTSEN dilakukan secara menyeluruh hingga tingkat desa dan kelurahan, dengan membuka ruang koreksi publik agar tidak dikendalikan oleh birokrasi tertutup.
“DTSEN harus menjadi data yang hidup, terbuka, dan bisa diuji publik. Kalau tidak, bansos akan terus menjadi ladang manipulasi dan ketidakadilan,” katanya.
Komisi VIII DPR RI, lanjut Mahdalena, akan menekan Kementerian Sosial dan seluruh lembaga terkait agar menjadikan perbaikan DTSEN sebagai agenda prioritas nasional, bukan sekadar proyek administratif.
“Bansos bukan hadiah negara, tapi hak konstitusional rakyat miskin, lansia, dan penyandang disabilitas. Pemerintah wajib memastikan bantuan itu sampai kepada mereka yang berhak bukan bocor ke pihak yang tidak berhak,” pungkas legislator dapil NTB ini.
(LS/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·35 menit yang lalu -
NASIONALPolri dan KPAI Perkuat Sinergi Cegah TPPO dan Kekerasan Anak
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·58 menit yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSPara Eks Dankor Brimob Sambangi Kapolri, Ini Pesan Penting PKBB untuk Polri
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELPusri Salurkan 306 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Sumsel Jelang Musim Tanam
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALHeboh, Bank di Malaysia Diduga Kena Serangan Siber, Indonesia Bagaimana?
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALOptimalisasi SDA dan Penguatan TKD dalam RAPBN, DPD RI Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOCegah Praktik Underpricing Ekspor, Abdul Kholik Dukung Pembenahan Tata Kelola SDA
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
EKONOMISentimen Konsumen AS Meningkat Didorong Penurunan Ekspektasi Inflasi
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan