Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Berpotensi Kembali Melemah Hari Ini, Analis Waspadai Koreksi ke Level 4.763

IHSG diprediksi kembali melemah pada Kamis (5/11/2026). Analis waspadai koreksi ke level 4.763, simak support, resistance, dan rekomendasi saham.

Bagikan:
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan () diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Meski berhasil ditutup menguat pada sesi sebelumnya, sejumlah analis menilai risiko koreksi lanjutan masih cukup besar.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan akan bergerak cenderung sideways secara intraday setelah memenuhi target koreksi minimal yang telah diproyeksikan sebelumnya.

Kendati demikian, peluang pelemahan belum sepenuhnya berakhir. IHSG masih berpotensi mengalami koreksi lanjutan hingga menyentuh kisaran 4.763–4.807.

"Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada wave (v) dari wave [v], dengan area koreksi berikutnya di rentang 4.763-4.807," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Untuk perdagangan hari ini, Herditya menetapkan level support IHSG di posisi 4.847 dan 4.763. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada rentang 5.143 hingga 5.247.

Di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi, MNC Sekuritas turut memberikan rekomendasi sejumlah saham untuk dicermati investor, yakni CPIN, ENRG, ICBP, dan UNVR.

Pandangan serupa disampaikan Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji. Menurutnya, penguatan IHSG sebelumnya belum cukup kuat untuk menandakan pemulihan tren secara berkelanjutan.

Ia menilai pergerakan indeks masih berada dalam fase pemulihan sementara atau dead cat bounce. Kondisi tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk kembali bergerak melemah.

Tekanan juga terlihat dari sejumlah indikator teknikal yang masih menunjukkan sinyal negatif. Selain itu, penurunan volume transaksi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

"Pergerakan IHSG membentuk pola dead cat bounce setelah sebelumnya menunjukkan pola bullish pin bar. Indikator Stochastics K_D dan RSI masih memberikan sinyal negatif, disertai volume perdagangan yang menurun," kata Nafan.

Berdasarkan analisisnya, IHSG diperkirakan memiliki level support di 4.777 dan 4.697. Adapun resistance berada pada level 5.036 dan 5.116.

Untuk pilihan saham, Nafan merekomendasikan investor mencermati ANTM, BRIS, dan INDF.

IHSG Menguat Tipis, Mayoritas Saham Masih Terkoreksi

Sebelumnya, IHSG mengakhiri perdagangan Rabu (4/11/2026) di zona hijau. Indeks ditutup pada level 4.919 atau menguat 15,48 poin setara 0,32 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp10,65 triliun. Sementara itu, volume perdagangan tercatat sebanyak 26,63 miliar saham.

Namun, penguatan indeks belum mencerminkan kondisi positif secara merata. Tercatat sebanyak 190 saham mengalami kenaikan, sedangkan 439 saham melemah dan 88 saham lainnya bergerak stagnan.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan saham, sehingga investor perlu mencermati perkembangan teknikal IHSG dan pergerakan saham sebelum mengambil keputusan investasi.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru