IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound
IHSG hari ini, Rabu 28 Oktober 2026, berpeluang rebound. Simak level support-resistance serta rekomendasi saham ADRO, BUVA, ERAA, VKTR dan lainnya.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi perdagangan yang menantang pada Rabu (28/10/2026) setelah terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya. Meski tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik, peluang pemulihan teknikal tetap terbuka dengan target penguatan menuju area 5.456–5.564.
Pada perdagangan Selasa (27/10/2026), IHSG melemah 1,99% dan ditutup di level 5.266. Koreksi tersebut menunjukkan tekanan jual yang masih kuat di tengah sikap hati-hati investor dalam merespons perkembangan pasar global dan sejumlah sentimen domestik.
Di tengah kondisi tersebut, analis mulai mencermati sejumlah saham yang dinilai menarik untuk perdagangan harian. MNC Sekuritas memasukkan ADRO, BUVA, ERAA, dan VKTR dalam daftar saham pilihannya. Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan DSNG, CPIN, dan AADI untuk strategi day trade.
IHSG Hari Ini: Cermati Support dan Resistance
Tim Analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah melewati fase koreksi. Dalam skenario terbaik, pergerakan indeks diperkirakan sedang berada pada bagian wave (iv) dari wave [v] dalam analisis Elliott Wave.
Dengan skenario tersebut, IHSG berpotensi mengalami koreksi terbatas terlebih dahulu ke area 5.116–5.180 sebelum kembali melanjutkan penguatan.
“Peluang penguatan IHSG selanjutnya berada di level 5.456–5.564,” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu (28/10/2026).
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG di 5.185 dan 4.915. Sementara itu, area resistance berada pada level 5.460 dan 5.563.
Level-level tersebut menjadi perhatian pelaku pasar untuk menilai apakah indeks mampu membentuk momentum pemulihan atau justru kembali tertekan oleh aksi jual.
Sentimen The Fed hingga Kebijakan BEI Jadi Perhatian
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyebut sejumlah katalis berpotensi memengaruhi arah IHSG. Investor akan mencermati laporan kinerja emiten kuartal III/2026, perkembangan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC), serta keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.
BEI dijadwalkan menerapkan pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026. Kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar karena berpotensi memengaruhi komposisi dan perhitungan indeks.
Dari eksternal, perhatian tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis (29/10/2026) dini hari waktu Indonesia. Konsensus memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4,00%.
Namun, risiko kebijakan moneter yang lebih ketat masih perlu diwaspadai. Sejumlah ekonom menilai peluang kenaikan suku bunga pada Desember meningkat di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
“Jika The Fed memberi sinyal lebih hawkish, dolar AS berpotensi menguat dan menambah tekanan terhadap rupiah serta pasar saham emerging markets,” kata Reza dalam risetnya.
Penguatan dolar AS dapat meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang dan mendorong investor lebih selektif dalam menempatkan dana pada aset berisiko, termasuk saham.
Tren IHSG Masih Bearish, Rebound Perlu Konfirmasi
Dari perspektif teknikal, Reza memperkirakan IHSG berpotensi menguji area support 5.182–5.118 setelah gagal mempertahankan posisi di atas level 5.400.
Tren indeks masih tergolong bearish karena IHSG berada di bawah indikator moving average 20 hari (MA20) pada level 5.731 dan MA200 di level 6.916. Indikator MACD juga masih berada di zona negatif, meskipun histogram yang mulai menyusut mengindikasikan tekanan penurunan berpotensi mereda.
Kondisi tersebut membuka peluang konsolidasi maupun technical rebound apabila area support mampu menahan tekanan jual. Dalam skenario pemulihan, IHSG berpeluang bergerak menuju rentang 5.400–5.455.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati kemampuan indeks bertahan di area penopang harga. Kegagalan mempertahankan support dapat meningkatkan risiko pelemahan lanjutan, sedangkan penembusan resistance akan menjadi sinyal yang perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga dan volume transaksi.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Untuk perdagangan Rabu (28/10/2026), MNC Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas memberikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor sesuai strategi perdagangan masing-masing.
Rekomendasi MNC Sekuritas:
- ADRO — PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.
- BUVA — PT Bukit Uluwatu Villa Tbk.
- ERAA — PT Erajaya Swasembada Tbk.
- VKTR — PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.
Rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas untuk day trade:
- DSNG — PT Dharma Satya Nusantara Tbk.
- CPIN — PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
- AADI — PT Adaro Andalan Indonesia Tbk.
Rekomendasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun strategi perdagangan jangka pendek. Namun, investor perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko, pergerakan harga terkini, likuiditas saham, serta konfirmasi teknikal sebelum melakukan transaksi.
Dengan tekanan jual yang masih membayangi dan sejumlah sentimen penting yang segera dirilis, pergerakan IHSG hari ini akan ditentukan oleh kemampuan indeks bertahan di area support serta respons investor terhadap perkembangan domestik dan global.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALTrump Ungkap Putin dan Zelensky Segera Bertemu, Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina Kembali Bergulir
hendra·1 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEks Ketua Golkar Tanjungbalai Divonis 10 Tahun Penjara Terkait TPPU Narkoba Rp35 Miliar
Rozie Winata·5 menit yang lalu -
NEWSPemuda Pancasila Sumut Targetkan Tanam 100.000 Pohon, Pertumbuhan Dipantau Tiap Enam Bulan
hendra·13 menit yang lalu -
SUMSELKarhutla Sumsel Mereda, Titik Hotspot Turun Drastis Tersisa 107 Titik
Rozie Winata·37 menit yang lalu -
NEWS VIDEOAgusyanto Terpidana Penyelundupan Narkoba 15 Kilogram Divonis 10 Tahun Kasus TPPU Rp35 Miliar
Fadli Tara·40 menit yang lalu -
INTERNASIONALTrump Lontarkan Ide Kontroversial, Ingin Venezuela jadi Negara Bagian ke-51 AS
Rozie Winata·49 menit yang lalu -
NEWS VIDEOMassa FH Universitas Pancasila Lempar Botol ke Aparat saat Demo 28 Oktober di Jakarta
Fadli Tara·58 menit yang lalu -
NEWS VIDEOMahasiswa Universitas Pancasila dan Aparat Terlibat Aksi Dorong-Dorongan di Seberang Plaza UOB
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Pakaian Bekas Senilai Rp15 Miliar Disita
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTak Terima Hanya Diberi Rp30 Ribu, Seorang Anak Aniaya dan Ancam Bunuh Ibu Kandung Pakai Kerambit
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan