Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hari Kunjung Perpustakaan, Ribuan Jenis Buku Dijual Murah di Halaman Perpus USU

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Para pengunjung pasar buku bekas murah di pelataran perpustakaan pusat USU terlihat memilih buku-buku yang menarik. (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Perpustakaan pusat Universitas Sumatera Utara (USU) bersama toko buku bekas bernama Thriftboox, membuka pasar buku murah, di halaman perpustakaan, pada Senin (15/9/2025).

Ribuan buku fiksi, nonfikisi, hingga koleksi buku terjemahan bahasa asing dijual dengan harga murah. Buku-buku yang dijual tersebut adalah buku bekas koleksi dari toko buku Thriftboox.

Pasar itu merupakan agenda terencana yang diinisiasi oleh pihak perpustakaan pusat USU, untuk memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2025 yang jatuh setiap tanggal 14 September.

Baca Juga : Kebiasaan Komunitas Buku di Medan, Berpindah Tempat untuk Membaca dan Berdiskusi

Ada beberapa tenant buku yang diatur berlapis di atas meja, ada juga yang ditata secara teratur pada rak-rak yang berdiri vertikal, hingga yang ditumpuk di atas palet setinggi mata kaki.

Para pengunjung yang berdatangan dari kalangan mahasiswa USU itu sendiri, kampus lain, hingga yang sudah berstatus alumni. Meski pasar itu dibuat di lingkungan kampus, pihak penyelenggara juga menyasar masyarakat umum.

Harganya pun bermacam, di acara itu pengunjung dapat membeli tiga buku sekaligus seharga Rp75 ribu, hingga Rp200 ribu. Bagi Chintia, seorang pengunjung, mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan harga di toko buku lain, pasar buku di acara itu sangat terjangkau dan keaslian buku juga terjamin.

“Sejauh yang saya lihat ya, misalnya di online shop yang jual buku seccondhand juga, yang di bazar ini termasuk terjangkau banget,” ucap alumni Sastra USU tersebut.

Chintia juga mengaku senang dengan keberadaan pasar buku yang ramai didatangi pengunjung. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan tingkat minat baca mahasiswa masih tinggi.

Baca Juga : Pedagang Buku Bekas di Medan Diterpa Isu Penggusuran: Pemerintah Harus Banyak Baca

Dilain sisi, Kepala Perpustakaan USU, Laila Hadri Nasution, mengatakan jika acara itu dilakukan dengan meniru selera budaya generasi Z atau Gen-Z yang dianggap lebih tertarik pada sesuatu yang menarik secara visual dan layak untuk difoto, diabadikan, lalu dibagikan di media sosial seperti Instagram.

“Ke perpustakaan selain untuk melihat buku itu, ada hal-hal lain yang bisa dilakukan. Makanya konsep acara yang kita buat senyaman mungkin. Biasa kan, mahasiswa sekarang mencari sudut yang instagramable, tempatnya tenang dan bagus,” ucap Laila saat diwawancarai di lokasi.

Selanjutnya, Owner Thirftboox, Bram Sembiring, mengatakan jika sebanyak 3.000 lebih buku koleksi mereka yang dibawa ke lokasi. Semua buku itu, merupakan salah satu koleksi terbaik mereka.

“Kami sengaja membawa koleksi dari yang murah sampai yang valuable, supaya bisa menarik minat membaca dan meramaikan Hari Kunjung Perpustakaan di USU,” tuturnya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)