Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Naik Paling Tinggi, Wisatawan Tiongkok Jadi Primadona Baru Pariwisata Sumut

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Di tengah dominasi pasar tradisional, wisatawan asal Tiongkok muncul sebagai kekuatan baru yang mencatatkan pertumbuhan paling fenomenal.(foto:ilustrasi

Nusantaraterkini.coMEDAN – Peta pariwisata Sumatera Utara (Sumut) mengalami dinamika menarik sepanjang tahun 2025. Di tengah dominasi pasar tradisional, wisatawan asal Tiongkok muncul sebagai kekuatan baru yang mencatatkan pertumbuhan paling fenomenal.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Tiongkok menjadi negara dengan peningkatan kunjungan tertinggi secara agregat sepanjang tahun 2025, yakni mencapai 53,77 persen. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa upaya diversifikasi pasar dan promosi intensif ke Negeri Tirai Bambu mulai membuahkan hasil yang signifikan bagi ekonomi daerah.

Baca Juga : Pascabencana, Wisata Pantai Pandan Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan

​Secara keseluruhan, arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara memang menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, total kunjungan mencapai 292.481 jiwa, naik 16,80 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 250.413 kunjungan. Menutup tahun dengan manis, pada bulan Desember 2025 saja, kunjungan wisman menyentuh angka 23.542 orang. Meskipun pasar Malaysia masih mendominasi secara volume dengan pangsa 57,85 persen, namun kecepatan pertumbuhan pasar Tiongkok menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku industri perjalanan di provinsi ini.

Baca Juga : BP TCUGGP Gelar Refleksi Akhir Tahun, Capaian 2025 dan Proyeksi 2026

​Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, menjelaskan bahwa geliat pariwisata di Sumut ini bergerak selaras dengan tren di tingkat nasional. 

"Peningkatan jumlah kunjungan wisman ke Sumatera Utara pada bulan Desember 2025 terhadap November 2025 yang mencapai 12,17 persen ini searah dengan kunjungan wisman ke Indonesia yang turut mengalami peningkatan sebesar 17,25 persen. Jumlah kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia pada Desember 2025 yakni sejumlah 1.405.860 kunjungan," ungkap Asim Saputra dalam paparan resminya, dikutip dari Berita Resmi Statistik (BRS), Kamis (5/2/2026).

Baca Juga : Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumut Lampaui Laju Pertumbuhan Nasional dan Bali

​Pada bulan Desember 2025, Tiongkok mengamankan posisi ketiga sebagai penyumbang turis terbesar ke Sumatera Utara dengan kontribusi 3,60 persen, berada tepat di bawah Malaysia dan Singapura. Meski sempat mengalami fluktuasi bulanan di akhir tahun, performa akumulatif Tiongkok yang melesat di atas 50 persen menjadi catatan prestasi tersendiri. Hal ini kontras dengan kondisi pasar India yang justru menjadi satu-satunya negara pasar utama yang mengalami penurunan kunjungan secara agregat sepanjang tahun 2025.

Baca Juga : Kunjungan Wisman ke Sumatera Utara Capai 268.939 Sepanjang Januari-November 2025

​Selain Tiongkok, pasar Australia juga menunjukkan potensi besar di penghujung tahun dengan mencatatkan lonjakan kedatangan bulanan sebesar 25,00 persen pada Desember 2025. Namun, konsistensi pertumbuhan Tiongkok sepanjang tahun tetap menjadi sorotan utama yang diharapkan dapat menyeimbangkan ketergantungan Sumut pada wisatawan asal Malaysia dan Singapura di masa depan. Sepuluh negara pasar utama, termasuk Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, secara total menyumbangkan 71,75 persen dari seluruh kedatangan wisman.

​Keberhasilan memikat wisatawan Tiongkok dalam skala besar ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan yang ramah terhadap wisatawan mancanegara. 

Baca Juga : Tiongkok Kokoh Jadi Pemasok Utama, Dominasi 41 Persen Impor Nonmigas Indonesia

"Dengan total kunjungan yang hampir mencapai 300 ribu orang di tahun 2025, Sumatera Utara kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam kancah pariwisata internasional, didorong oleh pergeseran tren minat wisatawan Asia Timur yang semakin melirik destinasi unggulan di Sumatera Utara," pungkas Asim.

Baca Juga : Pendiri DeepSeek dan Deep Diver Masuk Daftar Tokoh Berpengaruh Jurnal Nature 2025

(Emn/Nusantaraterkini.co)