Nusantaraterkini.co, MEDAN - Wali Kota Medan, Rico Waas menyebut proyek revitalisasi Lapangan Merdeka tetap berjalan sesuai rencana karena ruang terbuka publik ikonik di jantung Kota Medan itu harus kembali difungsikan secara maksimal bagi masyarakat.
“Pasti. Kalau kita kan pastinya namanya lapangan harus bisa berfungsi baik untuk masyarakat, oke,” jawab Rico Waas singkat dan langsung hendak menaiki mobil dinasnya saat diwawancarai Nusantaraterkini.co usai meninjau kebakaran di Asrama Haji Medan, Rabu (30/7/2025) sore.
Nusantaraterkini.co kemudian melanjutkan tanya, apakah ke depan akan ada penambahan anggaran atau bagaimana?
"Enggak, belum ada, ya," jawab Rico Waas sembari menggelengkan kepala dan menggaruk leher dekat belakang telinga kirinya dengan jari telunjuk kiri.
"Oke, makasih ya," tambahnya singkat dan langsung masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh ajudan.
Baca Juga : EKSKLUSIF Proyek Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Berlanjut, Wartawan Dilarang Meliput
Baca Juga : EKSKLUSIF Lapangan Merdeka Medan Dikeluhkan Pengunjung: Tarif Parkir Tinggi, Toilet tak Berfungsi
Diketahui, Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan merupakan satu di antara program prioritas Pemko Medan saat dipimpin Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan.
Revitalisasi ini disebut untuk menata ulang ruang publik (ruang terbuka hijau) sekaligus pelestarian cagar budaya.
Revitalisasi Lapangan Merdeka seluas 4,88 hektare di kawasan titik nol Kota Medan ini diluncurkan sejak pertengahan tahun 2022 dan diresmikan Wali Kota Medan Bobby Nasution pada Februari 2025, meski pengerjaan belum tuntas keseluruhan.
Masalah teknis sudah mulai muncul setelah peresmian, seperti basement tergenang air saat hujan dan fasilitas interior yang retak atau terkelupas hingga posisi basement yang masih kupak-kapik viral di media sosial.
Belakangan sejumlah elemen masyarakat menyuarakan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan proyek ini, mengingat posisinya yang strategis dan nilai sejarah kawasan tersebut.
Sejumlah pemerhati, elemen dan LSM menyoroti potensi destruksi nilai sejarah dan simbolik proyek, di mana lapangan yang seharusnya menjadi cagar budaya justru didesain dengan fokus komersial.
Ada pula gugatan ke pengadilan yang masih berproses oleh Koalisi Masyarakat Sipil Medan. Fokus gugatan warga melalui citizen lawsuit atas ketidaksesuaian proyek dengan prinsip pelestarian heritage dan ruang terbuka publik.
Beberapa isu lainnya juga mencuat, seperti dugaan lift bekas dan penggunaan tanah timbun proyek di lokasi lain tanpa transparansi.
Isu lift bekas bahkan semakin menyulut kekritisan publik setelah media menyebut proyek ini menghabiskan total Rp 632,5 miliar (Tahap I Rp 97,5 miliar; Tahap II Rp 497 miliar; Tahap III Rp 38 miliar) dengan penggunaan lift merek XioLift yang diduga bekas pakai.
Hingga saat ini, progres revitalisasi diklaim telah mencapai lebih dari 90 persen. Sejumlah paket pekerjaan belum selesai dan masih menunggu penyelesaian teknis pada bagian basement dan sarana pendukung.
Saat Nusantaraterkini.co meninjau ke Lapangan Merdeka Medan pada Senin (21/7/2025) lalu, area basement Lapangan Merdeka masih dipagari seng proyek di beberapa titik.
Akses menuju basement tertutup rapat. Hanya satu pintu masuk terbuka di sisi Jalan Balaikota, tepat menghadap kantor Asuransi Ramayana. Penjagaan tampak ketat. Pekerja berseragam lalu-lalang di tengah suasana proyek yang belum rampung.
Petugas keamanan melarang warga maupun wartawan mendekat ke zona konstruksi.
“Maaf, tidak bisa masuk. Masih dilarang,” ucap seorang Petugas Satuan Pengamanan (Satpam) kepada Nusantaraterkini.co sambil berdiri di depan pagar seng yang menutupi salah satu pintu masuk ke area bawah tanah.
Kemudian, tidak ada penjelasan terbuka yang terpampang di lokasi mengenai progres maupun agenda harian pengerjaan.
Baca Juga : EKSKLUSIF VIDEO Kacamata Lapangan Merdeka Kota Medan
Baca Juga : EKSKLUSIF VIDEO, Pengamat: Pemko tak Peduli Aturan AMDAL Lapangan Merdeka Medan
Keluhan pun datang dari pengunjung yang merasa ruang terbuka ini belum sepenuhnya ramah bagi warga. Sejumlah fasilitas penting seperti toilet umum hingga sistem parkir yang layak masih absen.
Belum lagi pertanyaan kritis lainnya kapan kepastian Lapangan Merdeka Medan akan benar-benar tuntas dan bisa difungsikan sebagaimana tujuannya direvitalisasi, termasuk area basement yang sejak awal digadang-gadang untuk UMKM asal Kota Medan agar naik kelas.
Diketahui, pekerjaan Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan ini dilakukan secara bertahap dari 2022 hingga 2024 dengan pagu anggaran total mencapai Rp 612,8 miliar. Rinciannya: tahapan I senilai sekitar Rp 97,5 miliar, tahapan multiyears pada 2023–2024 sekitar Rp 497,2 miliar, dan sisanya untuk konsultansi dan pengadaan lain. Dari total itu, Rp 100 miliar merupakan bantuan dari APBD Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga : Resmikan Revitalisasi Lapangan Merdeka, Kado Manis Bobby Nasution di Akhir Masa Jabatan Wali Kota Medan
Soal anggaran ini pun masih simpang siur nilainya. Belum ada penjelasan Pemko Medan secara konkret, detail, serta transparan. Lantaran di awal 2025, sekitar Februari, masih ada kabar Pemko Medan melalui Dinas PKPCKTR menggelontorkan anggaran tambahan sekita Rp 78,5 miliar yang bersumber dari APBD TA 2025 untuk pembangunan sarana prasarana Lapangan Merdeka Medan. Serta Rp 2,2 miliar untuk supervisi pembangunan sarana dan prasarana Lapangan Merdeka Medan.
(cw7/nusantaraterkini.co)
