Dewas KPK: 63 Pegawai KPK Sudah Diperiksa Terkait Sidang Etik Pungli
Persidangan etik terkait kasus pungli rutan ini masih dalam tahap penyelidikan, belum sampai tahap penyidikan
Dewas KPK: 63 Pegawai KPK Sudah Diperiksa Terkait Sidang Etik Pungli
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Syamsuddin Haris mengatakan terhadap 63 pegawai KPK sudah diperiksa terkait sidang etik pungutan liar (pungli) di rumah tahanan (rutan).
"(Total yang diperiksa) 45 ditambah 18, berapa itu (63). sampai sekarang (yang diperiksa) udah 63," kata Syamsudin di Gedung Anti Corruption Learning Centre (ACLC), Jakarta Selatan, dikutip Selasa (22/1/2024).
Syamsudin mengungkapkan persidangan etik terkait kasus pungli rutan ini masih dalam tahap penyelidikan, belum sampai tahap penyidikan. Kemudian, kasus pungli ini dijelaskannya terjadi pada tiga rumah tahanan.
"Yang pertama di (Gedung) Merah Putih, yang kedua di sini C1, ketiga di Rutan Guntur," jelasnya.
Syamsudin menerangkan, bahwa tahanan mendapatkan uang dari keluarga untuk membayar pungli. "Ada yang cash, ada yang transfer juga," tuturnya.
Terkait penggunaan uang tersebut, diungkapkannya, digunakan untuk berbagai keperluan, tak hanya untuk pertemuan di luar jam besuk tahanan.
"Ya segala macam lah. Ada pesan makanan. Untuk bisa menggunakan HP, mungkin juga untuk yang dimaksud itu ya (suap pungli untuk besuk di luar jadwal kunjungan tahanan)," tuturnya.
Sementara itu, ia mengatakan uang hasil pungli yang diterima belum ada dibelikan barang oleh pegawai KPK yang diduga lakukan pelanggaran etik.
"Enggak (nggak ada uang yang diterima dibelikan barang). Lagipula itu tidak sekaligus, jadi ada yang sebulan dapat satu juta,sebulan dapat 1,5 juta, sesuai dengan posisi masing-masing," jelasnya.
Diketahui, setelah rentetan sidang etik, Dewas KPK baru akan membacakan keputusan pungli dalam Lembaga Antirasuah ini pada 15 Februari 2024.
(mr6/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
SUMATERA TERKINIBupati dan Wabup Pasbar Pantau Pemilihan Wali Nagari
Herman Saleh Harahap·29 menit yang lalu -
SUMSELRSUD Palembang Ungkap Kondisi Ojol yang Meninggal Diduga Akibat ISPA
hendra·32 menit yang lalu -
NASIONALKemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6
Herman Saleh Harahap·44 menit yang lalu -
-
NEWSRekam Jejak Brigjen Pol Rony Samtana, Kapolda Sumsel yang Baru
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
-
-
Semua berita sudah ditampilkan