Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Demokrat Kuasai Kongres AS Usai Menang Pemilu Paruh Waktu

Donald Trump Terancam

Partai Demokrat mengklaim mayoritas DPR dan Senat AS usai pemilu paruh waktu, membuka peluang pengawasan lebih ketat terhadap Donald Trump.

Bagikan:
Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Hasil ini mengakhiri dominasi Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump selama dua tahun terakhir, Kamis (5/11/2026).(foto: rmol)
Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat. Hasil ini mengakhiri dominasi Partai Republik yang mendukung Presiden Donald Trump selama dua tahun terakhir, Kamis (5/11/2026).(foto: rmol)
A A

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON- meraih kemenangan dalam pemilihan paruh waktu . Hasil ini mengakhiri dominasi yang mendukung Presiden selama dua tahun terakhir.

​Berdasarkan penghitungan suara, Demokrat meraup 224 kursi di DPR AS. Capaian tersebut resmi melampaui batas minimum mayoritas 218 kursi.

​Dominasi Demokrat juga berlanjut pada perolehan kursi di Senat AS. Mereka mengamankan 54 kursi, sementara meraih 44 kursi.

​Kemenangan oposisi ini diprediksi mempersempit ruang gerak politik dan ekonomi Trump. Sejumlah agenda seperti tarif impor hingga kebijakan perang berpotensi terhambat.

​Meski begitu, Trump mengisyaratkan akan menggunakan hak veto presiden secara maksimal.

"Mereka akan mengirimkan hal-hal yang gila, dan saya akan memvetonya," kata Trump, seperti dilansir RMOL, Kamis (5/11/2026).

​Demokrat berencana langsung mendorong sejumlah rancangan undang-undang baru pada Januari mendatang. Agenda prioritas mencakup pengembalian subsidi kesehatan hingga peninjauan kebijakan tarif.

​Selain itu, Demokrat bersiap membuka serangkaian investigasi melalui Komite Pengawasan DPR. Penyelidikan menyasar bisnis keluarga Trump, imigrasi, hingga penanganan dokumen Jeffrey Epstein.

​Anggota DPR dari Partai Demokrat, Robert Garcia, memberi peringatan tegas kepada kubu Trump. "Carilah pengacara," ujarnya menyikapi hasil tersebut.

​Kekalahan ini turut berdampak pada internal kubu Partai Republik. Beberapa kader diperkirakan akan mulai menjauhkan diri secara perlahan dari sosok Trump.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru