Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pejabat Senior Korea Utara Kecam AS atas Tuduhan Keterlibatan dalam Kasus Pencurian Binance

Kim Yo Jong kecam tuduhan AS terkait peretasan kripto senilai Rp108 triliun di Binance sebagai provokasi

Bagikan:
Foto yang disediakan oleh Korean Central News Agency (KCNA) pada 19 September 2026 ini memperlihatkan Kim Jong Un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea sekaligus presiden urusan negara Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), saat meninjau industri pertahanan negara di RRDK. (Foto: KCNA/Xinhua)
Foto yang disediakan oleh Korean Central News Agency (KCNA) pada 19 September 2026 ini memperlihatkan Kim Jong Un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea sekaligus presiden urusan negara Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), saat meninjau industri pertahanan negara di RRDK. (Foto: KCNA/Xinhua)
A A

Nusantaraterkini.co, PYONGYANG - Seorang pejabat senior mengecam (AS) karena mengaitkan pencurian mata uang kripto baru-baru ini yang melibatkan dana senilai miliaran dolar AS di dengan sebuah kelompok peretas yang dituduh mendapat dukungan dari Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), demikian laporan media milik negara pada Selasa (3/11/2026).

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (2/11/2026) yang disiarkan oleh kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA), , direktur departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea, menyebut klaim AS itu sebagai upaya untuk mencemarkan nama negaranya sebagai negara kriminal siber.

Kim mengatakan bahwa AS telah berupaya menyebarkan kesalahpahaman mengenai RRDK di kalangan masyarakat internasional, dengan secara membabi buta mengaitkan RRDK dengan berbagai insiden kejahatan siber setiap kali insiden semacam itu terjadi dalam skala internasional.

"Langkah-langkah AS untuk menyesatkan opini publik internasional merupakan provokasi politik serius terhadap RRDK sekaligus pelanggaran berat terhadap kedaulatan RRDK karena merusak citra internasional negara tersebut," tutur Kim.

Pejabat RRDK tersebut mengatakan negaranya terus memantau provokasi berulang AS.

"Kami memiliki sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan kembali dalam berbagai aspek sehubungan dengan sikap bermusuhan AS yang sangat tidak menyenangkan," tandasnya.

Diketahui, , bursa mata uang kripto terbesar di dunia, pada Jumat (30/10/2026) mengatakan bahwa para peretas mencuri lebih dari 6 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.161) dalam peristiwa yang diyakini sebagai pencurian mata uang kripto terbesar yang pernah tercatat.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait