Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Tujuh Bandara Ditutup, Ribuan Penerbangan Terganggu ​

Erupsi Anak Krakatau membuat 7 bandara ditutup sementara dan mengganggu penerbangan akibat sebaran abu vulkanik di ruang udara.

Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan besar pada sektor penerbangan nasional. Akibat sebaran abu vulkanik yang meluas di ruang udara, sebanyak tujuh bandara terpaksa ditutup sementara (closed), Minggu (6/9/2026).(foto: bmkg)
Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu gangguan besar pada sektor penerbangan nasional. Akibat sebaran abu vulkanik yang meluas di ruang udara, sebanyak tujuh bandara terpaksa ditutup sementara (closed), Minggu (6/9/2026).(foto: bmkg)
A A

Nusantaraterkini.co – Erupsi Gunung memicu gangguan besar pada sektor penerbangan nasional. Akibat sebaran yang meluas di , sebanyak tujuh bandara terpaksa ditutup sementara (closed), Minggu (6/9/2026).

​Langkah penutupan operasional ini diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () menerbitkan sekitar 50 (Significant Meteorological Information) untuk menjamin .

​Berdasarkan pemantauan citra satelit , BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik membumbung tinggi hingga ketinggian 20.000 kaki yang bergerak ke arah barat dengan kecepatan 10 knots, serta pada ketinggian 50.000 kaki yang mengarah ke barat daya berkecepatan 20 knots.

​Dilansir dari laman resmi , yang merilis update hingga pukul 13.00 WIB, dampak pergerakan tersebut memicu penyesuaian jadwal dan penutupan di tujuh bandara berikut:

​Bandara (CGK): Ditutup pukul 02.08 – 17.30 WIB

​Bandara (HLP): Ditutup pukul 07.20 – 14.00 WIB

​Bandara (TKG): Ditutup pukul 04.18 – 14.00 WIB

​Bandara (BDO): Ditutup pukul 12.07 – 16.00 WIB

​Bandara (RTO): Ditutup pukul 06.48 – 13.30 WIB

​Bandara (PCB): Ditutup pukul 10.05 – 14.00 WIB

​Bandara (TFY): Ditutup pukul 11.30 – 15.00 WIB

​Selain gangguan ruang udara, BMKG turut mencatat fenomena sekunder berupa peningkatkan sambaran dan yang terdeteksi oleh sensor di wilayah serta .

​"Para calon penumpang untuk terus memantau status penerbangan melalui maskapai masing-masing, sementara masyarakat di sekitar pesisir diminta tetap tenang dan waspada mengikuti arahan resmi BMKG," tulis rilis tersebut.

(Emn/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait