Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cegah Bullying di Sekolah, Pengamat Minta Sekolah Terapkan Sistem Alarm Anti Perundungan

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengamat Pendidikan Jejen Musfah (Foto/Istimewa)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pengamat Pendidikan Jejen Musfah meminta setiap sekolah bisa mengantisipasi dan menerapkan sistem alarm anti perundungan (bullying) di sekolah.

Pasalnya, hal ini perlu dilakukan agar setiap siswa atau murid yang ada disekolah bisa dikontrol untuk tidak melakukan atau menjadi korban bullying.

Hal ini dikatakan Jejen menanggapi viralnya sebuah video bullying terjadi di Binus School Serpong dilakukan oleh senior terhadap junior dimana salah satu senior melakukan aksi bullying ada anak publik figur terlibat Vicent Rompies.

Baca Juga : Ngaku Wartawan untuk Edarkan Sabu, Pria di OKU Timur Ditangkap Polda Sumsel

"Sekolah harus punya alarm anti perundungan. Artinya setiap sekolah harus punya sistem kontrol anti kekerasan," kata Jejen kepada nusantaraterkini.co, Selasa (20/2/2024).

Jejen menuturkan, jika disetiap sekolah hendaknya harus mempunyai tim khusus untuk memantau kondisi anak-anak apakah anak tersebut bisa berpotensi menjadi pelaku atau korban bullying.

"Misalnya sekolah tahu anak anak yang potensial jadi pelaku perundangan maka anak anak ini harus diedukasi pun orangtuanya.

Baca Juga : Mangkir 2 Kali, Marbot Masjid Tersangka Pencabulan di Ogan Ilir Bakal Dijemput Paksa Polisi

Kalau tidak punya sistem ini berarti sekolah abai terhadap isu perundangan," ujarnya.

Untuk itu Jejen berharap, solusi perundangan adalah sistem pendidikan di rumah dan sekolah yang menerapkan pendekatan kemanusiaan seperti empati dan komunikasi.

Karena, anak tidak cukup sekedar diajarkan kebaikan tetapi contoh baik dan rekayasa sosial melahirkan anak-anak yang punya sikap welas asih.

Baca Juga : Tragedi Anak di NTT, DPR Tegaskan Negara Abai Lindungi Hak Dasar Pendidikan

(cw1/nusantaraterkini.co)