Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Mendidik anak bukan perkara mudah. Setiap orangtua tentu ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang pintar, sopan, berakhlak mulia, sekaligus mandiri.
Namun, di era serba digital seperti sekarang, tantangan mendidik anak semakin kompleks. Orangtua tidak hanya dituntut untuk memberikan kasih sayang, tetapi juga strategi yang tepat agar anak nurut, tidak keras kepala, dan tetap berada di jalur yang benar.
Lantas, bagaimana sebenarnya cara mendidik anak yang baik? Apa saja metode yang efektif agar anak bisa berkembang optimal? Mari kita ulas berdasarkan pengalaman parenting, ajaran agama, hingga metode modern yang sudah terbukti.
Bagaimana Cara Mendidik Anak agar Dia Nurut?
Setiap orangtua pasti pernah menghadapi momen ketika anak sulit diatur. Anak yang tidak nurut biasanya disebabkan oleh rasa ingin tahu yang tinggi, ego yang kuat, atau pengaruh lingkungan.
Berikut beberapa cara agar anak lebih mudah diarahkan:
1. Berikan Contoh Nyata (Teladan)
Anak adalah peniru ulung. Jika orangtua ingin anaknya disiplin, maka tunjukkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
2. Komunikasi dengan Bahasa Lembut
Hindari membentak. Gunakan kata-kata sederhana dengan intonasi yang tenang. Anak cenderung lebih patuh pada instruksi yang disampaikan dengan lembut.
3. Konsisten dalam Aturan
Konsistensi adalah kunci. Misalnya, jika jam belajar ditetapkan pukul 19.00, maka biasakan rutin setiap hari. Anak akan memahami pola tersebut.
Baca Juga : Cara Efektif Menghadapi Anak Tantrum, Bunda Wajib Tahu!
4. Berikan Pujian atas Kepatuhan
Anak yang mendapatkan apresiasi akan lebih mudah mengulangi perilaku positif.
5. Batasi Gadget dan Lingkungan Negatif
Salah satu penyebab anak sulit nurut adalah terlalu banyak terpapar tontonan yang tidak sesuai usianya.
Metode Mendidik Anak yang Baik
Ada berbagai metode mendidik anak, tetapi yang terpenting adalah menyesuaikan dengan usia, karakter, dan kondisi keluarga. Berikut beberapa metode populer:
1. Metode Demokratis
Anak diajak berdiskusi, bukan sekadar diperintah. Misalnya, ketika memilih pakaian, berikan kesempatan anak untuk menentukan pilihannya.
2. Metode Islami
Dalam Islam, pendidikan anak dimulai sejak dini dengan menanamkan akhlak, membaca Al-Qur’an, serta doa-doa harian.
3. Metode Reward and Consequence
Memberikan hadiah kecil ketika anak berbuat baik, dan konsekuensi mendidik ketika melanggar aturan.
4. Metode Montessori
Anak diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi minatnya dengan tetap berada dalam bimbingan orangtua.
5. Metode Kasih Sayang dan Pelukan
Anak yang merasa dicintai akan lebih mudah diarahkan. Jangan segan memeluk atau memberikan kata-kata afirmasi positif setiap hari.
Bagaimana Cara Rasulullah Mendidik Anaknya?
Bagi umat Islam, Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam mendidik anak. Berikut beberapa prinsip mendidik ala Rasulullah:
1. Memberikan Nama yang Baik
Nama adalah doa. Rasulullah selalu menganjurkan orangtua untuk memberikan nama anak dengan makna yang indah.
2. Menanamkan Tauhid Sejak Dini
Rasulullah mengajarkan anak-anaknya untuk mengenal Allah sejak kecil. Hal ini menjadi fondasi akhlak mulia.
Baca Juga : Cara Mendidik Anak Arogan dan Egois, OrangTua Wajib Tahu Rahasia Ini
3. Mengajarkan dengan Lembut
Rasulullah tidak pernah membentak anak. Beliau lebih memilih pendekatan kasih sayang.
4. Memberikan Hak Bermain
Rasulullah memahami dunia anak adalah dunia bermain. Oleh karena itu, beliau tidak pernah melarang anak-anak untuk bermain selama tidak melanggar syariat.
5. Mendoakan Anak
Doa orangtua adalah senjata paling kuat. Rasulullah sering mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya.
Apa Saja yang Harus Dilakukan Orangtua dalam Mendidik Anaknya?
Peran orangtua sangat penting dalam membentuk karakter anak. Berikut beberapa hal yang wajib dilakukan:
1. Menjadi Role Model
Anak mencontoh perilaku orangtua. Jika orangtua jujur, anak pun akan belajar jujur.
2. Memberikan Pendidikan Moral dan Agama
Ajarkan nilai kebaikan, etika, sopan santun, dan doa-doa sejak kecil.
3. Membangun Kedekatan Emosional
Luangkan waktu bersama anak. Bukan hanya materi, tetapi juga kasih sayang yang dibutuhkan anak.
4. Memberikan Pendidikan Formal dan Nonformal
Sekolah penting, tapi keterampilan hidup juga tidak kalah penting.
5. Mengajarkan Tanggung Jawab
Mulai dari hal kecil seperti merapikan mainan sendiri, hingga tanggung jawab lebih besar ketika usia bertambah.
Baca Juga : Bagaimana Aturan Pembuatan Paspor untuk Anak Adopsi, Ini Penjelasan Imigrasi Medan
Mendidik anak adalah investasi jangka panjang. Butuh kesabaran, konsistensi, dan kasih sayang. Orangtua harus mampu menjadi teladan, memberikan aturan yang jelas, serta menanamkan nilai moral sejak dini.
Dengan menggabungkan metode modern, ajaran agama, dan komunikasi yang baik, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang nurut, cerdas, dan berakhlak mulia.
Ingatlah, anak adalah amanah sekaligus cermin dari orangtuanya. Jika ingin anak berperilaku baik, maka mulailah dari diri sendiri.
(Akb/nusantaraterkini.co)
