Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dalam suasana Natal, baik di gereja, pusat perbelanjaan, maupun di rumah, dekorasi berwarna merah dan hijau selalu mendominasi.
Dua warna ini telah menjadi simbol yang identik dengan perayaan Natal. Namun, bagaimana asal-usulnya?
Baca Juga : Natal 2025 di Tengah Bencana, Warga Tapsel Rayakan dengan Kesederhanaan
Menurut Arielle Eckstut, penulis The Secret Language of Color, tidak ada sejarah pasti mengenai asal-usul penggunaan warna merah dan hijau dalam perayaan Natal.
Baca Juga : Tiga Pekan Bencana di Tapteng, Penyintas di Hutanabolon Sambut Natal dengan Keterbatasan
Warna tersebut lebih merupakan tradisi yang menambah keceriaan suasana Natal. Begitupun dengan lingkaran Natal yang berwarna hijau dan pakaian Sinterklas yang berwarna merah adalah bagian dari tradisi ini.
Meski demikian, terdapat beberapa teori dan pengaruh budaya yang menjelaskan mengapa kedua warna ini menjadi simbol Natal. Salah satunya berasal dari tradisi kuno di Eropa, seperti festival musim dingin Saturnalia di Roma dan Yule di wilayah Nordik.
Baca Juga : 6 Warna Urine yang Bisa Jadi Petunjuk Kondisi Kesehatanmu
Pada masa itu, tanaman hijau seperti holly, ivy, dan mistletoe sering digunakan sebagai dekorasi karena tetap hijau di musim dingin. Tanaman-tanaman ini melambangkan kehidupan abadi dan harapan di tengah kegelapan.
Warna merah sering dikaitkan dengan buah holly, yang memiliki buah beri merah cerah. Dalam tradisi Kristen, holly juga memiliki makna simbolis: daunnya yang tajam melambangkan mahkota duri Yesus, sementara buahnya yang merah melambangkan darah-Nya.
Selain itu, budaya modern turut memperkuat asosiasi warna ini. Pada abad ke-19, karya seni dan kartu Natal sering menggunakan kombinasi warna merah dan hijau untuk menciptakan suasana meriah.
Popularitas warna merah semakin meningkat pada awal abad ke-20, berkat Coca-Cola yang mempopulerkan gambar Sinterklas dalam pakaian merah khasnya.
Dengan demikian, meskipun tidak ada sejarah tunggal yang menjelaskan asal-usul warna merah dan hijau dalam Natal, perpaduan tradisi kuno, simbolisme Kristen, dan pengaruh budaya modern telah menjadikan kedua warna ini bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal di seluruh dunia.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
