Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orangtua yang menghadapi tantangan saat mendidik anak yang cenderung arogan, egois, atau tempramental.
Sikap arogan seringkali muncul pada masa remaja, namun tidak menutup kemungkinan anak-anak usia sekolah dasar pun bisa menunjukkannya. Pertanyaannya, bagaimana cara menghadapi anak arogan dan mengatasinya dengan tepat?
Baca Juga : Olahraga untuk Jantung Sehat: Dari Jalan Kaki hingga Berenang
Artikel ini akan membahas secara lengkap: bagaimana cara mendidik anak yang tempramental, mendidik anak agar penurut, cara menghadapi orang arogan, hingga menghadapi anak yang egois.
Apa Itu Anak Arogan
Anak arogan adalah anak yang menunjukkan sikap merasa paling benar, sulit menerima masukan, dan cenderung menganggap remeh orang lain.
Perilaku ini biasanya dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan pergaulan, hingga faktor psikologis tertentu.
Sikap arogan bisa muncul dalam bentuk:
- Menolak nasihat orangtua.
- Mudah marah jika tidak dituruti.
- Meremehkan teman sebaya.
- Terlihat dominan dalam kelompok.
Jika tidak ditangani sejak dini, sifat arogan dapat terbawa hingga dewasa dan berdampak pada hubungan sosial, pendidikan, maupun karier anak.
Bagaimana Cara Mendidik Anak yang Tempramental?
Anak tempramental cenderung mudah marah, sulit dikendalikan emosinya, dan gampang tersinggung. Cara mendidiknya tidak bisa dengan bentakan, justru harus menggunakan pendekatan yang sabar.
Tips mendidik anak tempramental:
- Jangan lawan emosi dengan emosi. Saat anak marah, orangtua harus tetap tenang agar tidak memperkeruh suasana.
- Berikan waktu untuk menenangkan diri. Alihkan anak pada kegiatan positif seperti menggambar atau berolahraga.
- Ajarkan cara mengelola emosi. Misalnya dengan teknik pernapasan dalam atau journaling sederhana.
- Hindari hukuman fisik. Hukuman keras hanya akan membuat anak semakin tempramental.
Dengan cara ini, anak akan belajar bahwa marah itu wajar, tapi harus disalurkan dengan baik.
Bagaimana Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Penurut?
Setiap orangtua tentu ingin anaknya penurut, dalam arti mau mendengarkan nasihat, bukan penurut secara buta.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan:
- Bangun komunikasi dua arah. Dengarkan pendapat anak sebelum memberikan nasihat.
- Jadilah role model. Anak akan lebih mudah menurut jika melihat orangtuanya juga disiplin.
- Berikan alasan logis. Jangan hanya berkata "jangan lakukan itu", tapi jelaskan alasannya.
- Gunakan reward and consequence. Contoh: jika anak mau belajar tepat waktu, berikan apresiasi kecil. Jika melanggar, ada konsekuensi ringan yang mendidik.
Dengan begitu, anak tidak merasa ditekan, melainkan memahami pentingnya menaati aturan.
Cara Menghadapi Orang Arogan
Tidak hanya anak, barangkali kalian pun sering bertemu orang arogan di sekolah, kantor, bahkan lingkungan sosial. Cara menghadapinya perlu strategi khusus agar tidak terjebak konflik.
Baca Juga : Siswa SMP Felix Sunardi Wijayanto Waruwu Tinggalkan Rumah, Keluarga Harapkan Informasi Keberadaannya
Tips menghadapi orang arogan:
- Tetap tenang. Jangan terbawa emosi dengan sikap meremehkan mereka.
- Pilih kata dengan hati-hati. Hindari perdebatan yang tidak perlu.
- Tunjukkan sikap percaya diri. Orang arogan biasanya menghormati mereka yang tidak mudah goyah.
- Berikan batasan. Jika perilakunya sudah merugikan, jangan segan untuk menjaga jarak.
Menghadapi orang arogan butuh ketegasan, bukan kemarahan.
Bagaimana Cara Menghadapi Anak yang Egois?
Anak egois biasanya sulit berbagi, mau menang sendiri, dan tidak peduli dengan orang lain. Cara menghadapinya berbeda dengan anak tempramental.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Ajarkan empati. Ajak anak membayangkan bagaimana perasaan orang lain jika diperlakukan tidak adil.
- Biasakan berbagi. Mulai dari hal kecil, seperti berbagi makanan dengan saudara.
- Terapkan aturan dalam keluarga. Misalnya, mainan bersama harus dipakai bergantian.
- Berikan contoh nyata. Orangtua harus menunjukkan sikap tidak egois dalam kehidupan sehari-hari.
Jika anak belajar memahami perasaan orang lain, sifat egoisnya akan perlahan berkurang.
Dampak Negatif Jika Anak Arogan Dibiarkan
Jika orangtua tidak segera menangani sifat arogan pada anak, ada sejumlah risiko yang bisa terjadi, antara lain:
- Anak sulit punya teman dekat karena dianggap sombong.
- Prestasi akademik terganggu karena tidak mau mendengar guru.
- Saat dewasa, bisa kesulitan bekerja sama dalam tim.
- Berpotensi mengalami stres karena sering berkonflik dengan lingkungan.
Menghadapi anak arogan bukan perkara mudah, tapi sangat mungkin diatasi dengan pola asuh yang tepat. Orangtua harus sabar, konsisten, dan memberi teladan nyata.
Ingatlah, sifat arogan atau egois bukan bawaan lahir, melainkan bisa terbentuk dari lingkungan dan masih bisa diubah.
Dengan pendekatan positif, anak akan belajar bahwa rendah hati dan empati jauh lebih berharga daripada sikap arogan.
(akb/nusantaraterkini.co)
