Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Jembatan Layang (Flyover) Gandus Palembang dilaporkan mengalami kerusakan berupa keretakan pada badan aspal dan semen pembatas jalan.
Kondisi tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Tiktok @gandustv yang memperlihatkan celah retakan di permukaan jalan.
Baca Juga : Terbukti Peras Pejabat Pakai Seragam Jaksa Palsu, Oknum PNS Way Kanan Divonis 44 Bulan Penjara
"Dulur-dulur, jembatan kito nah (Saudara-saudara, jembatan kita nih)," ujar seorang pria dalam video tersebut sembari menunjukkan titik kerusakan kepada warganet.
Baca Juga : Jatanras Polda Sumsel Ringkus Komplotan Pencuri Mobil di Demang Lebar Daun Palembang
Menanggapi laporan yang meresahkan warga tersebut, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengaku baru mengetahui informasi tersebut.
Deru berharap kerusakan yang terjadi tidak menyentuh bagian vital dari struktur penyangga jembatan layang yang baru selesai dibangun pada, 25 November 2025 lalu.
Baca Juga : Kunker ke Sumsel, AHY: Jangan Sampai Bangun Infrastruktur Megah Tapi Tidak Terintegrasi dan Sia-sia
“Retaknya itu di mana? Di pinggir jalannya? Tapi mudah-mudahan bukan di konstruksinya,” ungkapnya saat diwawancarai di Palembang, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga : Herman Deru Targetkan Bangunan Pemerintah Jadi Pionir Kebijakan Gentengisasi di Sumsel
Sebagai informasi, jembatan sepanjang 67,5 hingga 100 meter berlokasi di Jalan Lettu Karim Kadir, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumsel. Dibangun senilai Rp7,4 miliar oleh pemerintah, untuk mengatasi banjir dan kemacetan, serta mempermudah akses warga dari lahan rawa yang sering amblas.
Berdasarkan pantauan Nusantaraterkini.co di lokasi pada Rabu sore, beberapa titik keretakan pada aspal jalan yang sebelumnya viral tampak sudah mulai ditambal menggunakan semen.
Meski demikian, kerusakan pada bagian pembatas jalan (parapet) terlihat masih retak dan belum mendapatkan penanganan dari pihak terkait.
Hingga saat ini, warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut sembari menunggu evaluasi teknis lebih lanjut dari dinas terkait guna memastikan keamanan konstruksi jembatan secara menyeluruh.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
