Kasus Korupsi Dek di Padangsidimpuan, Polisi Tahan Kontraktor
Kasus Korupsi Dek di Padangsidimpuan, Polisi Tahan Kontraktor
Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Tidipkor Polres Padangsidimpuan menjemput paksa sekaligus menahan FP, Wakil Direktur CV Karya Indah Sumatra (KIS) terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Taman dan Dek di Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.
Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Wira Prayatna, mengatakan, penjemputan paksa dilakukan karena tersangka tidak kooperatif dan tidak memenuhi panggilan penyidik.
“FP dijemput Selasa 10 Februari 2026. FP merupakan Wakil Direktur CV Karya Indah Sumatra yang menjadi kontraktor dalam proyek pembangunan Dek Kelurahan Kantin. Yang bersangkutan dijemput paksa karena tidak kooperatif dan tidak menghadiri panggilan penyidik,” ujar Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna saat menggelar konfrensi pers, Rabu (11/2/2026).
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna mengatakan dalam perkara ini, FP berperan sebagai pihak yang menandatangani kontrak pembangunan dek Kelurahan Kantin senilai lebih dari Rp 2 miliar. Kontrak tersebut tertuang dalam surat perjanjian Nomor 8 Tahun 2022 antara CV Karya Indah Sumatra dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padangsidimpuan.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna mengatakan FP bertindak sebagai penyedia jasa berdasarkan kontrak tersebut dan telah menerima pencairan anggaran hingga 100 persen.
Ia juga bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di bidang konstruksi pada proyek tersebut.
Sebelumnya, penyidik telah lebih dulu menahan dua tersangka lain dari Dinas Perkim Kota Padangsidimpuan berinisial IP dan AD.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan ahli konstruksi, bangunan kek Kelurahan Kantin dinyatakan tidak layak dipertahankan dan direkomendasikan untuk dibongkar.
Bangunan tersebut berpotensi membahayakan masyarakat karena menyebabkan penyempitan aliran sungai akibat sedimentasi.
Selain itu, material bangunan yang terlepas dapat memengaruhi kualitas air dan memicu kenaikan permukaan air,” ungkap Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna.
Ia menambahkan, penyempitan aliran sungai dapat berdampak pada meningkatnya debit air yang berpotensi menghantam bangunan di sekitar lokasi.
Bangunan tersebut berpotensi membahayakan masyarakat karena menyebabkan penyempitan aliran sungai akibat sedimentasi.
Selain itu, material bangunan yang terlepas dapat memengaruhi kualitas air dan memicu kenaikan permukaan air,” jelas Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna.
Ia menambahkan, penyempitan aliran sungai dapat berdampak pada meningkatnya debit air yang berpotensi menghantam bangunan di sekitar lokasi.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
(Ron/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOMartin Hutabarat: Perubahan UUD Penting Dipahami untuk Menentukan Arah Bernegara
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALViral Video Dugaan Bullying Siswi SMPN 12 Pematangsiantar, Polisi Langsung Turun Tangan
hendra·3 jam yang lalu -
BADMINTONDua Ganda Putra Indonesia Tembus Semifinal Asian Games 2026, Leo/Daniel Tantang Pasangan Nomor 1 Dunia
hendra·4 jam yang lalu -
INTERNASIONALTrump Tolak Proposal Iran, Teheran Masih Tunggu Jawaban Resmi soal Pembukaan Selat Hormuz
hendra·4 jam yang lalu -
-
EKONOMIKemiskinan Argentina Naik Jadi 32,3 Persen, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak
hendra·4 jam yang lalu -
PERISTIWAMarkas OPM Egianus Kogoya di Nduga Diserang dari Udara? Ini Kata TNI
hendra·5 jam yang lalu -
SUMSELHerman Deru Beberkan Strategi Program Sultan Muda Tekan Angka Pengangguran di Sumsel
hendra·5 jam yang lalu -
INTERNASIONALSurvei Ungkap 52 Persen Warga Filipina Merasa Tak Berdaya Hadapi Korupsi
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan