Nusantaraterkini.co, MEDAN – Di tengah maraknya bisnis kafe modern di Kota Medan, seorang pengusaha muda sekaligus pegiat literasi, John Fawer Siahaan, justru meraup untung dari bisnis bernuansa klasik.
Melalui Galeri Antik Medan sebuah kafe bergaya retro di Jalan HM Joni, Kecamatan Medan Koto, ia berhasil memadukan hobi, nostalgia, dan peluang ekonomi dalam satu ruang bisnis yang unik.
Dibuka beberapa waktu lalu, Galeri Antik Medan langsung menarik perhatian masyarakat. Meski awalnya John mengira keuntungan akan datang dari penjualan kopi, kenyataannya justru buku dan kaset pita yang lebih dulu menghasilkan pemasukan.
Baca Juga : Cerita di Galeri Antik Medan, Barang dan Benda Lama Hidupkan Suasana Masa Lalu sambil Menyeruput Kopi
“Awalnya kupikir pemasukan harian datang dari kopi. Ternyata dari buku dan kaset pita duluan yang laku,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co, pada Rabu (15/10/2025) malam.
Saat ini, John fokus menjual buku-buku bekas karena keterbatasan modal untuk menghadirkan buku baru. Namun keunikan utama Galeri Antik Medan terletak pada koleksi lebih dari 30.000 kaset pita lawas, yang tertata rapi dari genre pop, rock, hingga musik daerah.
Menurutnya, nilai jual setiap kaset bisa berubah sewaktu-waktu tergantung tren dan kondisi artis.
“Kaset ini kayak dollar. Tiba-tiba Coldplay konser di sini, harganya naik. Artisnya meninggal, bisa naik lagi,” katanya.
Harga kaset di galeri tersebut bervariasi, mulai Rp5.000 hingga Rp750.000, tergantung kelangkaan dan kualitas fisik barang.
Baca Juga : Hari Kunjung Perpustakaan, Ribuan Jenis Buku Dijual Murah di Halaman Perpus USU
Selain kaset, koleksi buku-buku langka juga menjadi sumber keuntungan. John menyebut, beberapa buku yang dulu ia beli dengan harga ratusan ribu kini telah meningkat dua kali lipat.
“Dulu aku beli buku Hukum Masyarakat Adat Batak seharga Rp250 ribu. Belum sampai setahun, sudah jadi Rp500 ribu. Buku itu investasi,” ujarnya.
Bagi John, bisnis ini bukan hanya tentang menjual barang antik, melainkan juga investasi rasa dan nostalgia. Namun dari sisi ekonomi, Galeri Antik Medan membuktikan bahwa sentuhan klasik pun bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan di tengah tren digital.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
