Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tito Karnavian Resmikan Pembangunan Huntara Sebanyak 1.300 Unit di Sumatera

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Rizal Oloan Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Tapanuli Selatan Gua Irawan Pasaribu (footo : rizal/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coTAPANULI SELATAN -Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meresmikan pembangunan 1.300 unit hunian sementara (huntara) di delapan kabupaten dan kota terdampak bencana di Sumatera. 

"Bahwa peresmian hunian sementara tersebut dilakukan mewakili Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabencana," jelas Tito Karnavian, di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, saat wawancara dengan wartawan, Kamis (5/2/2026). 

Baca Juga : Gubernur Bobby Nasution Dampingi Kapolri dan Ketua Komisi IV Tinjau Korban Bencana dan Salurkan Bantuan

Adapun dari 1.300 unit hunian sementara itu tersebar di Kabupaten Tapanuli Selatan

Baca Juga : Pulihkan Pasca-Bencana di Gayo Lues, 84 Personel Satbrimob Polda Sumsel Bangun Huntara

(250 unit), Tapanuli Utara (40 unit), dan Tapanuli Tengah (112 unit) di Sumatera Utara, kemudian Aceh Tamiang Aceh (58 unit), Aceh Timur Aceh (308 unit), Aceh Utara Aceh (84 unit), dan Pidie Jaya (410 unit), serta Tanah Datar di Sumatera Barat (38 unit).

Tito menjelaskan bahwa hunian sementara diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang, sehingga tidak dapat lagi ditempati dalam waktu dekat. Menurut dia, penyediaan hunian sementara merupakan bagian dari skema perlindungan dasar agar warga tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.

Baca Juga : Lebih Dua Bulan Pascabencana, Korban Banjir Bandang Belum Ditemukan: Tidak Ada Upaya Evakuasi dari Pemkab Tapteng

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan hunian sementara dapat mengurangi risiko kesehatan dan sosial akibat pengungsian berkepanjangan. Tito menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal layak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.

Baca Juga : TNI Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar, Sumut dan Aceh

Pengungsi berangsur-angsur berkurang sampai ke angka 106 ribu dalam keadaan kita saat ini. 

"Kemudian selama kita melakukan berbagai kerja yang sangat keras, baik dari pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah, dan juga didukung oleh banyak relawan, kita melihat hasil yang cukup baik saat ini," pungkas Mendagri Tito Karnavian.

Baca Juga : Rakornas 2026: Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Persatuan Birokrasi dari Pusat hingga Desa

(Ron/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Strategi Fiskal Darurat: Sumut Amankan Relaksasi Pinjaman dan Suntikan Dana Segar Rp11,5 Triliun