Cerita di Galeri Antik Medan, Barang dan Benda Lama Hidupkan Suasana Masa Lalu sambil Menyeruput Kopi
Di tengah riuh kendaraan yang bergantian berhenti di persimpangan dekat Taman Makam Pahlawan, sebuah ruang kecil di Jalan HM Joni, Kecamatan Medan
nusantaraterkini.co, MEDAN – Di tengah riuh kendaraan yang bergantian berhenti di persimpangan dekat Taman Makam Pahlawan, sebuah ruang kecil di Jalan HM Joni, Kecamatan Medan Kota, menyimpan potongan-potongan masa lalu yang seolah enggan ditelan waktu. Namanya Galeri Antik Medan.
Begitu melangkah masuk, mata langsung disuguhi ribuan benda lama yang berjejer rapi di dinding-dinding kayu. Kaset pita dengan sampul pudar, radio jadul, kamera digital awal 2000-an, hingga piringan hitam yang masih menyimpan suara jernih musisi klasik.
Tak ketinggalan, ratusan buku tua dari novel populer hingga literatur sejarah masyarakat adat Batak, siap memanggil ingatan siapa saja yang haus nostalgia.
Di bagian belakang, tersembunyi sebuah sudut kecil yang justru menjadi denyut galeri ini: sebuah meja kopi sederhana. Di sanalah pengunjung bisa duduk, menyeruput Americano, atau sekadar berbincang sambil ditemani alunan lagu lawas dari speaker.
“Dulu aku sering bawa koleksi ini ke acara kawan-kawan. Tapi akhirnya kupikir, kenapa tidak bikin tempatnya sekalian? Supaya lebih banyak orang bisa datang, lihat, bahkan bawa pulang barang yang mereka suka,” tutur Lucia, prempuan berambut panjang pemilik galeri, sambil tersenyum hangat, pada Kamis (25/9/2025).
Lucia bukan sekadar pedagang barang antik. Ia adalah penjaga kenangan. Ia tahu betul bagaimana benda-benda yang dianggap usang bagi sebagian orang justru menyimpan nilai sejarah dan emosi yang tak tergantikan.
“Banyak yang datang ke sini cuma mau nostalgia. Ada bapak-bapak yang tiba-tiba kaget lihat kaset pita Iwan Fals, katanya dulu itu album masa mudanya. Ada juga anak muda yang penasaran, tanya kenapa kaset pita harus dibalik biar bisa diputar lagi,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Namun, Lucia menegaskan bahwa koleksi di galeri ini bukan sekadar hiasan. Semua bisa dibeli, dari kaset pita, piringan hitam, hingga lukisan besar yang tergantung di dinding.
“Orang ngelihatnya hiasan, padahal kita jual. Bahkan replika kapal itu, lukisan-lukisan juga,” katanya bersemangat.
Bagi sebagian pengunjung, Galeri Antik Medan adalah surga kecil. Tempat yang mampu menghubungkan kembali dengan kenangan masa lalu, atau sekadar ruang untuk melarikan diri dari hiruk pikuk kota.
Di ujung sore, ketika lampu jalan mulai menyala, pengunjung masih betah duduk di kursi kayu, meneguk kopi, dan membiarkan tembang lama mengisi ruang.
Suasana sederhana itu menghadirkan pesan yang tak lekang oleh zaman bahwa kenangan tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya menunggu untuk dipanggil kembali.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·1 menit yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·8 menit yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·41 menit yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·51 menit yang lalu -
NEWSPemkab Nias Selatan Finalisasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian, Ini 5 Poin Penting Hasil FGD
hendra·1 jam yang lalu -
EKONOMIKetua DPD Ajak Daerah Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi dengan Tatarstan Rusia
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KESEHATANRSUD Pirngadi Medan Mulai Layani Penanganan Kateterisasi Jantung
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPemerintah Angkat PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Rekrutmen CPNS Dibuka November 2026
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALNasional Institut Desak Kapolri Ungkap Mastermind di Balik Penyadapan Presiden Prabowo
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGerebek Warnet di Medan Sunggal, 14 Pengunjung Diamankan karena Positif Sabu
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan