Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Cerita di Galeri Antik Medan, Barang dan Benda Lama Hidupkan Suasana Masa Lalu sambil Menyeruput Kopi

Di tengah riuh kendaraan yang bergantian berhenti di persimpangan dekat Taman Makam Pahlawan, sebuah ruang kecil di Jalan HM Joni, Kecamatan Medan

Suasana saat berada di Galeri Antik Medan yang berlokasi dekat Taman Makam Pahlawan, Jalan HM Joni, Kecamatan Medan kota, pada Kamis (25/9/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
Suasana saat berada di Galeri Antik Medan yang berlokasi dekat Taman Makam Pahlawan, Jalan HM Joni, Kecamatan Medan kota, pada Kamis (25/9/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN – Di tengah riuh kendaraan yang bergantian berhenti di persimpangan dekat , sebuah di Jalan HM Joni, Kecamatan Medan Kota, menyimpan potongan-potongan yang seolah enggan ditelan waktu. Namanya .

Begitu melangkah masuk, mata langsung disuguhi ribuan yang berjejer rapi di dinding-dinding kayu. Kaset pita dengan sampul pudar, , kamera digital awal 2000-an, hingga piringan hitam yang masih menyimpan suara jernih musisi klasik.

Tak ketinggalan, ratusan buku tua dari novel populer hingga literatur sejarah masyarakat adat , siap memanggil ingatan siapa saja yang haus nostalgia.

Di bagian belakang, tersembunyi sebuah sudut kecil yang justru menjadi denyut galeri ini: sebuah meja kopi sederhana. Di sanalah pengunjung bisa duduk, menyeruput Americano, atau sekadar berbincang sambil ditemani alunan lagu lawas dari speaker.

“Dulu aku sering bawa koleksi ini ke acara kawan-kawan. Tapi akhirnya kupikir, kenapa tidak bikin tempatnya sekalian? Supaya lebih banyak orang bisa datang, lihat, bahkan bawa pulang barang yang mereka suka,” tutur Lucia, prempuan berambut panjang pemilik galeri, sambil tersenyum hangat, pada Kamis (25/9/2025).

Lucia bukan sekadar pedagang barang antik. Ia adalah penjaga kenangan. Ia tahu betul bagaimana benda-benda yang dianggap usang bagi sebagian orang justru menyimpan nilai sejarah dan emosi yang tak tergantikan.

“Banyak yang datang ke sini cuma mau nostalgia. Ada bapak-bapak yang tiba-tiba kaget lihat kaset pita Iwan Fals, katanya dulu itu album masa mudanya. Ada juga anak muda yang penasaran, tanya kenapa kaset pita harus dibalik biar bisa diputar lagi,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Namun, Lucia menegaskan bahwa koleksi di galeri ini bukan sekadar hiasan. Semua bisa dibeli, dari kaset pita, piringan hitam, hingga lukisan besar yang tergantung di dinding.

“Orang ngelihatnya hiasan, padahal kita jual. Bahkan replika kapal itu, lukisan-lukisan juga,” katanya bersemangat.

Bagi sebagian pengunjung, adalah surga kecil. Tempat yang mampu menghubungkan kembali dengan kenangan , atau sekadar ruang untuk melarikan diri dari hiruk pikuk kota.

Di ujung sore, ketika lampu jalan mulai menyala, pengunjung masih betah duduk di kursi kayu, meneguk kopi, dan membiarkan tembang lama mengisi ruang.

Suasana sederhana itu menghadirkan pesan yang tak lekang oleh zaman bahwa kenangan tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya menunggu untuk dipanggil kembali.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait