Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: Ramalan IHSG di Tahun 2025 Bisa Berada di Kisaran 7.500 Terkerek Sejumlah Sentimen Positif 

Editor:  Team
Reporter: wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
IHSG turun di perdagangan terakhir sebelum libur Natal dan cuti bersama. IHSG melemah 1,29% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 2,85%.(sumber foto: kontan)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (24/12/2024), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,43% atau 30,7 poin ke 7.065,75 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IHSG turun di perdagangan terakhir sebelum libur Natal dan cuti bersama. IHSG melemah 1,29% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 2,85%.

BACA: IHSG Bergerak Liar Naik 14,878 Poin ke Level 7.081,567 Sebelum Libur Natal Selasa (24/12/2024)

Baca Juga : IHSG Menguat 55,57 Poin Bertengger di Level 7.909,63

Masih ada tiga hari perdagangan di tahun 2024. Pekan ini, bursa masih akan buka di hari terakhir, Jumat (27/12) setelah libur Natal dan cuti bersama, 25-26 Desember 2024. Pekan depan masih ada dua hari perdagangan di akhir 2024.

Hingga akhir 2024, Founder Stocknow.id Hendra Wardana memproyeksikan IHSG akan berada di kisaran 7.150-7.280. Tekanan utama berasal dari kebijakan kenaikan PPN dan lemahnya konsumsi masyarakat.

“Sektor perbankan yang mampu menahan IHSG hingga akhir tahun hanya BBCA. Sektor energi juga bisa membantu, karena sudah naik dari awal 2024,” tuturnya.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Menguji Level 7.680 di Perdagangan Selasa (12/8/2025)

BACA: IHSG Melaju di Zona Hijau 87,462 Poin ke Level 7.071,327 di Perdagangan Senin (23/12/2024)

Menurut Hendra, meskipun tahun ini penuh tantangan, peluang pasar saham Indonesia untuk bangkit di 2025 tetap terbuka.

Dengan sinergi antara pemerintah, OJK, dan pelaku pasar dalam menciptakan kebijakan yang mendorong pertumbuhan, menjaga stabilitas ekonomi, serta memulihkan kepercayaan pasar, IHSG berpotensi mencatat kinerja yang lebih baik.

Baca Juga : Pasar Menanti Data PDB, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Selain itu, langkah strategis pemerintah, seperti menjaga stabilitas rupiah, memberikan insentif pajak, dan memperluas edukasi pasar modal kepada masyarakat, juga perlu dioptimalkan.

BACA: IHSG Sepekan Terakhir Periode 16-20 Desember 2024 Tercatat Melorot 4,65% di Pasar Spot

“Jika hal ini terwujud, IHSG dapat kembali menjadi salah satu indeks terbaik di kawasan ASEAN. Sehingga, bisa memberikan peluang besar bagi investor untuk menikmati momentum pertumbuhan jangka panjang,” katanya.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjutkan Reli ke 8.122, Ini 4 Saham Pilihan Analis

Hendra melihat, target IHSG di tahun 2025 bisa ada di kisaran 7.500. Sejumlah sentimen positif, seperti stabilitas kebijakan moneter, stimulus fiskal, dan perbaikan tata kelola pasar, diharapkan mampu menarik kembali minat investor.

Sektor-sektor potensial yang bisa menjadi motor penggerak IHSG hingga tahun 2025 antara lain adalah sektor perbankan (BBCA, BMRI, BBRI), energi (ADRO, ITMG, PGAS), serta konsumer defensif (ICBP, MYOR).

BACA: IHSG Sudah Terkoreksi 4,65% Selama Sepekan Terakhir Dipengaruhi Oleh Sejumlah Data Ekonomi

Baca Juga : IHSG Parkir di Zona Hijau Bertengger di Level 7.926,45 di Perdagangan Sesi I, Jumat (15/8/2025)

“Investor disarankan menerapkan strategi buy on weakness pada saham-saham unggulan tersebut sambil mempertahankan alokasi dana di instrumen aman, seperti obligasi pemerintah,” ungkapnya.

Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, berpandangan, melemahnya kinerja IHSG sejalan dengan estimasi sebelumnya terkait potensi slower pace untuk pemangkasan suku bunga di tahun 2025.

Pasca rapat FOMC kemarin diumumkan secara resmi oleh The Fed, terlihat dari dot plot hanya terjadi pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali atau sebesar 50 bps.

Baca Juga : IHSG Berhasil Menguat 0,93% Dalam Sepekan Terakhir di Pasar Spot

BACA: IHSG Menguat Tipis 0,09% ke Level 6.983,86 di Akhir Perdagangan Jumat (20/12/2024)

“Ini jauh di bawah ekspektasi pasar pasar kuartal lalu,” ujarnya.

Hal ini lantas menimbulkan gejolak di pasar saham seiring dengan potensi pelemahan daya beli hingga perlambatan ekonomi. Bahkan, potensi terjadinya pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS kembali berlanjut.

“Sehingga, berpotensi mendorong investor melakukan peralihan portofolio investasi ke aset yang berisiko lebih rendah,” ungkapnya.

BACA: IHSG Semakin Terpuruk 116,032 Poin ke Level 6.991,843 di Akhir Perdagangan Sesi I

Audi memperkirakan, IHSG akan ditutup dalam rentang 7.300-7.500 di akhir tahun 2024. Ini jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang bisa menyentuh level 8.000.

“Sektor yang dapat berpotensi menopang hingga akhir tahun 2024 yakni sektor energi dan konsumer,” katanya.

Selain itu, The Fed juga mengumumkan proyeksi ekonomi AS tahun 2025. Yang menjadi fokus investor adalah inflasi yang diperkirakan naik menjadi 2,5% pada 2025, dari prediksi sebelumnya yang sebesar 2,1%.

BACA: IHSG Ditutup Melemah 49,86 Poin ke Level 7.107,87 di Perdagangan Rabu (18/12/2024) Sore Ini

Sementara, proyeksi tingkat pengangguran cenderung berada di level 4,3%. Hal tersebut yang menjadikan The Fed akan lebih konservatif dalam langkah kebijakan moneter tahun depan.

Alhasil, Audi melihat, pelonggaran kebijakan suku bunga bisa cenderung melambat pada tahun 2025. Sehingga, berpotensi menimbulkan ketidakpastian dan juga perpindahan alokasi investasi aset berisiko rendah.

“Potensi fluktuasi rupiah juga berpotensi meningkat dan meningkatkan pelemahan daya beli,” paparnya.

Audi memperkirakan, IHSG di tahun 2025 akan bergerak lebih konservatif dengan target base di level 7.820 dan dengan skenario bearish di level 6.850.

“Sektor yang akan menarik dengan kondisi tersebut adalah sektor yang cenderung defensif, seperti sektor konsumer, kesehatan, serta bahan baku,” ungkapnya.(kontan)