Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota DPR Martin Manurung mengungkapkan, anggota parlemen yang baru dilantik dan juga pemerintahan baru yang akan dilantik mendapat ekspektasi tinggi dari masyarakat. Apalagi, target-target pemerintah juga cukup tinggi.
“Ini tentu harus disertai dengan kinerja kabinet, menteri-menteri yang akan segera dilantik. Di satu sisi, parlemen akan berperan sentral, memastikan kinerja menteri-menteri baru berjalan dengan baik dan cepat, sehingga target-target yang ditetapkan Presiden terpilih bisa diimbangi dengan kinerja yang juga cepat,” katanya, Kamis (17/10/2024).
Baca Juga : Defisit APBN Terus Meningkat, Pemerintahan Baru Harus Perbaiki
Martin memberi contoh, target pertumbuhan ekonomi pada APBN 2025 yang masih sekitar 5%. Tapi di berbagai kesempatan Presiden terpilih Prabowo Subianto menginginkan pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh angka 7%. Bahkan mungkin lebih dari 7%.
Baca Juga : Pemerintahan Baru Didorong Beri Perlindungan Bagi Masyarakat Adat
“Nah ini harus disertai dengan langkah-langkah kebijakan yang tepat. Baik dari sisi kebijakan fiskal, moneter, dan juga pembangunannya. Ini harus diawasi parlemen sehingga menteri-menteri yang bekerja, memiliki waktu untuk beradaptasi atau belajar," katanya.
"Harus bisa cepat menyesuaikan diri untuk berdayakan birokrasi dan program-program yang akan dilakukan. Di sini saya kira tantangan dari parlemen periode 2024-2029,” papar politikus NasDem ini.
Baca Juga : Kisruh Demo Berujung Kerusuhan Diyakini Bisa Pengaruhi Iklim Investasi di Indonesia
Terkait evaluasi parlemen periode sebelumnya, Martin mengatakan parlemen periode 2019-2024 sudah memberikan tugas-tugas pengawasan terhadap pemerintah dengan baik.
Baca Juga : Buntut Driver Ojol Tewas Akibat Dilindas, Pengamat: Kapolri Harus Copot Kapolda dan Komandan Brimob PMJ
“Tapi saya lihat dengan berubahnya nomenklatur kementerian dan juga penambahan komisi di DPR, ini tentu harus memiliki anggota-anggota DPR yang cepat untuk melakukan adjustment. Ketika kabinet mulai bekerja maka DPR juga sudah harus bekerja dengan fungsi-fungsinya. Baik itu fungsi pengawasan, fungsi anggaran, maupun fungsi legislasi,” pungkasnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
