Kisruh Demo Berujung Kerusuhan Diyakini Bisa Pengaruhi Iklim Investasi di Indonesia
Aksi demonstrasi yang berujung pada kerusuhan hingga penjarahan yang terjadi di hampir semua penjuru daerah selama sepekan belakangan ini diyakini bis
nusantaraterkini.co JAKARTA - Aksi demonstrasi yang berujung pada kerusuhan hingga penjarahan yang terjadi di hampir semua penjuru daerah selama sepekan belakangan ini diyakini bisa mempengaruhi citra penegakan hukum serta kinerja pemerintahan.
Implikasinya, hal tersebut bisa berdampak pada pandangan investor terhadap iklim investasi di Indonesia.
"Dengan adanya demonstrasi dan sempat juga terjadi kekacauan kemarin, ini ada pengaruh juga kepada citra pemerintah untuk menjaga dari sisi stabilitas sosial politik yang berpengaruh kepada iklim investasi sebetulnya," kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia (Core) Indonesia Mohammad Faisal, Selasa (2/0/2025).
Indonesia baru saja mengalami penurunan 13 peringkat dalam World Competitiveness Index yang dirilis World Economic Forum (WEF) pada tahun ini.
Penurunan tersebut terutama dipicu oleh lemahnya indikator efektivitas pemerintahan.
"Salah satu indikator yang menyumbang terhadap penurunan itu adalah government effectiveness," ujarnya.
Faisal berpendapat efektivitas pemerintahan meliputi kualitas kebijakan, implementasi hingga konsistensi penegakan hukum.
"Jadi, ada persepsi pelaku usaha terhadap kemampuan efektivitas dari pemerintah untuk menjalankan kebijakan, apalagi dengan adanya keributan yang baru saja terjadi," tuturnya.
Karena itu, Faisal menilai pemerintah perlu merespons protes dan keresahan masyarakat dengan bijak dan berperikemanusiaan. Salah satunya dengan membangun rasa percaya terhadap pelaku usaha, investor serta masyarakat.
"Trust (rasa percaya) terhadap pelaku usaha dan investor, juga tentu saja sekarang adalah trust terhadap masyarakat. Nah, ini yang perlu dibangun (pemerintah) dengan kebijakan-kebijakan konkret," tegasnya.
Senada dengan Faisal, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai apabila kasus demonstrasi kian rajin bergulir, dikhawatirkan bakal berdampak pada ekosistem investasi nasional.
Wijayanto menekankan, yang terjadi di depan DPR bisa membuat dunia internasional mempunyai interpretasi macam-macam. Investor yang sesungguhnya sudah mulai ingin masuk ke Indonesia bisa kembali menahan modalnya atau wait and see.
Untuk itu, dia meminta agar Presiden Prabowo Subianto dapat segera turun tangan guna mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat, baik terhadap lembaga Legislatif maupun eksekutif dalam menjalankan tugasnya.
"Pak Prabowo harus terjun langsung, selain karena situasi ini sangat tidak adil bagi rakyat, jika dibiarkan ini akan menjadi kemarahan nasional yang makin sulit ditenangkan. Cost bagi ekonomi kita akan luar biasa besar," tandasnya..
Sebelumnya, gelombang demonstrasi merebak di berbagai daerah sejak pekan terakhir Agustus 2025. Di Jakarta, aksi yang semula berlangsung di depan gedung parlemen berubah ricuh setelah kendaraan taktis Brimob melindas Affan Kurniawan, yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, hingga tewas pada Kamis malam, 28 Agustus.
Bagaimana demonstrasi berlangsung hingga berujung kerusuhan. Semula, unjuk rasa dipicu protes terhadap besarnya berbagai tunjangan yang diterima anggota DPR. Berikut rentetannya:
Senin, 25 Agustus 2025
Seruan aksi pertama kali muncul lewat pesan berantai di WhatsApp dan media sosial oleh kelompok “Revolusi Rakyat Indonesia”. Mereka menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi keluarga mantan presiden Joko Widodo, pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga pembubaran DPR. Aksi diikuti ratusan massa, termasuk pelajar, dan berakhir bentrok dengan polisi. Tak hanya itu, mereka juga meramaikan seruan untuk membubarkan lembaga parlemen."Mari desak DPR untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai kontrol pemerintah," begitu bunyi pesan tersebut.
Kamis, 28 Agustus 2025
Serikat buruh menggelar aksi dengan enam tuntutan, mulai dari penghapusan outsourcing hingga revisi UU Pemilu. Siang hari aksi relatif damai, tetapi sore hingga malam gelombang massa lain berdatangan menuntut pembubaran DPR. Kerusuhan pecah setelah tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online berusia 21 tahun.
Kamis 28 Agustus Malam
Kematian pengendara ojol Affan Kurniawan memicu solidaritas sesama pengemudi ojek online yang mengepung Mako Brimob Polda Metro Jaya. Affan, 21 tahun, tewas dilindas mobil rantis Brimob saat kerusuhan terjadi di kawasan Penjompongan, Jakarta Barat. Aksi solidaritas merespons insiden itu merebak di Bandung, Surabaya, Makassar, dan sejumlah kota lain.
Jumat malam, 29 Agustus 2025
Eskalasi memuncak. Bentrokan massa dan aparat kian panas. Sementara polisi terus menerus menembakkan gas air mata ke arah pendemo, massa pun mulai membakar sejumlah gedung seperti gedung DPRD dan kantor polisi. Ini terjadi di Bandung, Makassar, Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta, berbagai fasilitas umum seperti halte dan stasiun di sejumlah titik dibakar.
Sabtu, 30 Agustus 2025
Kondisi sempat mereda. Namun amarah publik kembali tersulut setelah beredar kabar sejumlah anggota DPR, termasuk Ahmad Sahroni, berada di luar negeri. Sore harinya, rumah Sahroni di Tanjung Priok digeruduk massa. Penjarahan berlangsung dan disiarkan langsung di TikTok, yang kemudian memicu seruan serupa ke rumah anggota DPR lainnya seperti Uya Kuya dan Eko Patrio serta Menteri Keuangan Sri Mulyani. Nama-nama ini mendapat sorotan atas berbagai pernyataan kontroversinya.
(cw1/nusanaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan