Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kisruh Demo Berujung Kerusuhan Diyakini Bisa Pengaruhi Iklim Investasi di Indonesia

Aksi demonstrasi yang berujung pada kerusuhan hingga penjarahan yang terjadi di hampir semua penjuru daerah selama sepekan belakangan ini diyakini bis

Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Binjai sempat memanas. Meski kondisi turun hujan, namun massa tetap bertahan di depan Gedung DPRD Binjai, Senin (1/9/2025). (Foto: Hendra/nusantaraterkini.co)
Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Binjai sempat memanas. Meski kondisi turun hujan, namun massa tetap bertahan di depan Gedung DPRD Binjai, Senin (1/9/2025). (Foto: Hendra/nusantaraterkini.co)
A A

nusantaraterkini.co JAKARTA - Aksi yang berujung pada hingga yang terjadi di hampir semua penjuru daerah selama sepekan belakangan ini diyakini bisa serta .

Implikasinya, hal tersebut bisa berdampak pada pandangan investor terhadap iklim investasi di .

"Dengan adanya demonstrasi dan sempat juga terjadi kekacauan kemarin, ini ada pengaruh juga kepada citra pemerintah untuk menjaga dari sisi stabilitas sosial politik yang berpengaruh kepada iklim investasi sebetulnya," kata Indonesia () Indonesia , Selasa (2/0/2025).

baru saja mengalami penurunan 13 peringkat dalam World Competitiveness Index yang dirilis World Economic Forum (WEF) pada tahun ini.

Penurunan tersebut terutama dipicu oleh lemahnya indikator efektivitas

"Salah satu indikator yang menyumbang terhadap penurunan itu adalah government effectiveness," ujarnya.

Faisal berpendapat efektivitas pemerintahan meliputi kualitas kebijakan, implementasi hingga konsistensi .

"Jadi, ada persepsi pelaku usaha terhadap kemampuan efektivitas dari pemerintah untuk menjalankan kebijakan, apalagi dengan adanya keributan yang baru saja terjadi," tuturnya.

Karena itu, Faisal menilai pemerintah perlu merespons protes dan keresahan masyarakat dengan bijak dan berperikemanusiaan. Salah satunya dengan membangun rasa percaya terhadap pelaku usaha, investor serta masyarakat.

"Trust (rasa percaya) terhadap pelaku usaha dan investor, juga tentu saja sekarang adalah trust terhadap masyarakat. Nah, ini yang perlu dibangun (pemerintah) dengan kebijakan-kebijakan konkret," tegasnya.

Senada dengan Faisal, Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai apabila kasus kian rajin bergulir, dikhawatirkan bakal berdampak pada ekosistem investasi nasional.

Wijayanto menekankan, yang terjadi di depan bisa membuat dunia internasional mempunyai interpretasi macam-macam. Investor yang sesungguhnya sudah mulai ingin masuk ke Indonesia bisa kembali menahan modalnya atau wait and see.

Untuk itu, dia meminta agar Presiden Prabowo Subianto dapat segera turun tangan guna mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat, baik terhadap lembaga Legislatif maupun eksekutif dalam menjalankan tugasnya.

"Pak Prabowo harus terjun langsung, selain karena situasi ini sangat tidak adil bagi rakyat, jika dibiarkan ini akan menjadi kemarahan nasional yang makin sulit ditenangkan. Cost bagi ekonomi kita akan luar biasa besar," tandasnya..

Sebelumnya, gelombang demonstrasi merebak di berbagai daerah sejak pekan terakhir Agustus 2025. Di Jakarta, aksi yang semula berlangsung di depan gedung parlemen berubah ricuh setelah kendaraan taktis Brimob melindas Affan Kurniawan, yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, hingga tewas pada Kamis malam, 28 Agustus.

Bagaimana demonstrasi berlangsung hingga berujung . Semula, unjuk rasa dipicu protes terhadap besarnya berbagai tunjangan yang diterima anggota DPR. Berikut rentetannya:

Senin, 25 Agustus 2025

Seruan aksi pertama kali muncul lewat pesan berantai di WhatsApp dan media sosial oleh kelompok “Revolusi Rakyat Indonesia”. Mereka menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi keluarga mantan presiden Joko Widodo, pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga pembubaran DPR. Aksi diikuti ratusan massa, termasuk pelajar, dan berakhir bentrok dengan polisi. Tak hanya itu, mereka juga meramaikan seruan untuk membubarkan lembaga parlemen."Mari desak DPR untuk menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai kontrol pemerintah," begitu bunyi pesan tersebut.

Kamis, 28 Agustus 2025

Serikat buruh menggelar aksi dengan enam tuntutan, mulai dari penghapusan outsourcing hingga revisi UU Pemilu. Siang hari aksi relatif damai, tetapi sore hingga malam gelombang massa lain berdatangan menuntut pembubaran DPR. Kerusuhan pecah setelah tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online berusia 21 tahun.

Kamis 28 Agustus Malam

Kematian pengendara ojol Affan Kurniawan memicu solidaritas sesama pengemudi ojek online yang mengepung Mako Brimob Polda Metro Jaya. Affan, 21 tahun, tewas dilindas mobil rantis Brimob saat kerusuhan terjadi di kawasan Penjompongan, Jakarta Barat. Aksi solidaritas merespons insiden itu merebak di Bandung, Surabaya, Makassar, dan sejumlah kota lain.

Jumat malam, 29 Agustus 2025

Eskalasi memuncak. Bentrokan massa dan aparat kian panas. Sementara polisi terus menerus menembakkan gas air mata ke arah pendemo, massa pun mulai membakar sejumlah gedung seperti gedung DPRD dan kantor polisi. Ini terjadi di Bandung, Makassar, Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta, berbagai fasilitas umum seperti halte dan stasiun di sejumlah titik dibakar.

Sabtu, 30 Agustus 2025

Kondisi sempat mereda. Namun amarah publik kembali tersulut setelah beredar kabar sejumlah anggota DPR, termasuk Ahmad Sahroni, berada di luar negeri. Sore harinya, rumah Sahroni di Tanjung Priok digeruduk massa. Penjarahan berlangsung dan disiarkan langsung di TikTok, yang kemudian memicu seruan serupa ke rumah anggota DPR lainnya seperti Uya Kuya dan Eko Patrio serta Menteri Keuangan Sri Mulyani. Nama-nama ini mendapat sorotan atas berbagai pernyataan kontroversinya. 

(cw1/nusanaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait