Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Amerika Serikat Bersiap Serang Iran dalam Waktu Dekat

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif impor baru saat "Make America Wealthy Again" di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (2/4/2025). (Foto: Brendan Smialowski/AFP).

nusantaraterkini.co, MEDAN - Pejabat senior Amerika Serikat (AS) memberikan bocoran sikap mereka terkait konflik Iran dan Israel. Dilansir reuters, Amerika Serikat tengah bersiap untuk menyerang Iran dalam waktu dekat.

Sumber Bloomberg dari Pejabat Senior AS itu menyebut, infrastruktur tengah disiapkan untuk terlibat langsung dalam konflik dengan Teheran tersebut.

"Situasinya masih berkembang dan bisa berubah. Sejumlah orang menyiapkan potensi serangan pada akhir pekan. Sejumlah pimpinan agen Federal juga tengah bersiap untuk melakukan serangan," kata sumber tersebut, dikutip kumparan, Kamis (19/6/2025).

Baca Juga : Lawan Sabotase Energi: Havana Kecam Praktik Premanisme Global Amerika Serikat

Rencana serangan ini sebetulnya telah diisukan oleh Presiden Donald Trump. Ia menyampaikan hal tersebut kepada para wartawan di Gedung Putih, pada Rabu (18/6/2025).

"Saya bisa saja melakukannya (serangan ke Iran), bisa saja tidak. Maksud saya, tidak ada yang tahu apa yang akan saya perbuat," ucap Trump.

"Keputusan final akan diambil beberapa detik sebelum dimulai (serangan)," imbuhnya.

Baca Juga : Iran Siap Negosiasi dengan AS dengan Syarat Tanpa Ancaman

Sementara pejabat Gedung Putih sendiri menyatakan semua opsi tersedia, dan siap untuk dilaksanakan.

Trump juga meminta Iran menyerah tanpa syarat. Tentu permintaan ini menerima jawaban keras dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

"Negara ini tidak akan menyerah pada pemaksaan siapa pun," kata Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah, dikutip dari AFP, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga : Yuk Kenali Gejala TBC, Penyebab dan Cara Mengobatinya

"Amerika Serikat harus tahu intervensi militer apa pun akan mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki," lanjutnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).