Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga Tapteng Lakukan Aksi Damai Di Dishub dan Kantor Walikota Sibolga

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Jasman Julius Mendrofa
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, Tapteng- Aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga dan Tapanuli Tengah melakukan aksi damai di dua tempat yakni Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kantor Walikota Sibolga, dengan enam tuntutan, Rabu (24/9/2025).

Aksi ini merupakan efek terjadinya penganiayaan seorang wanita, pedagang asongan yang dilakukan salah satu oknum diduga pegawai Dishub di Pelabuhan Penyeberangan ASP milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga beberapa minggu lalu.

Baca Juga : KMP Jatra II Kembali Layani Penyeberangan Gunungsitoli-Sibolga

Sebelumnya aksi ini bisa dicegah, apabila kedatangan dua Ketua Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Sibolga-Tapteng, Sozanolo Telaumbanua dan Famoni Gulo tanggal 18 September 2025 lalu di Kantor Dishub, ditanggapi oleh Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan dengan melakukan upaya mediasi sesuai dengan janjinya.

Namun seminggu sudah, tidak ada upaya yang dilakukan oleh Kadis Perhubungan, AM Sitompul, malah sebaliknya KUPT Pelabuhan ASP melaporkan pedagang asongan dengan alasan melawan petugas.

Dengan permasalahan tersebut, Aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga -Tapteng turun melakukan aksi agar pelaku dipecat dan oknum KUPT, Harry Alfauzan yang merupakan Ahli Madya Keperawatan dicopot jabatannya sebagai Kepala Pelabuhan ASP Sibolga.

Baca Juga : Pedagang Asongan Protes, KUPT ASP Sibolga Jualan di Lokasi Pelabuhan

Penanggung jawab aksi, Risman Lase melakukan orasi, dengan tuntutan agar Kadis perhubungan meninjau kembali kebijakan yang dilakukan semena-mena oleh Kepala KUPT ASP.

"Copot Kepala KUPT ASP Sibolga, karena tidak sesuai dengan pendidikannya," tegasnya dalam orasinya.

"Bagaimana seorang bidang keperawatan, mengurus pelabuhan, apa dia mengerti undang-undang kepelabuhanan," timpal Risman Lase.

Pimpinan aksi, Sorahkmat Telambanua juga dalam orasinya juga berharap kepada Walikota Sibolga dan Kadis Perhubungan agar pagar pembatas diruang tunggu dibuka.

Baca Juga : KUPT Pelabuhan Penyeberangan ASP Sibolga Diduga Double Job: Manfaatkan Lokasi Penjualan Tiket jadi Tempat Jualan

"Puluhan tahun sudah pelabuhan ASP berdiri, tidak pernah terjadi keributan, kenapa sesudah dibuat pagar menjadi timbul keributan antara pedagang asongan dan pegawai ASP," ujarnya.

Ketua HIMNI Sibolga, Sozanolo Telaumbanua juga berharap agar setiap kebijakan di pelabuhan perlu dipertimbangkan sebab menyangkut hidup para pedagang asongan.

"Setiap Kebijakan harus sesuai regulasi dan perlu sosialisasi serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang menggantungkan hidup dari bekerja dan berjualan di lokasi pelabuhan," harapnya.

Baca Juga : Aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga-Tapteng Aksi Damai di Kantor Dishub dan Kantor Wali Kota Sibolga, Ini Tuntutannya

Aksi dari Aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga -Tapteng disambut baik oleh Kadis Perhubungan dan Sekda Walikota Sibolga dan bersama-sama akan membahas setelah Walikota pulih dari sakit.

Kegiatan ini berlangsung damai dan dihadiri ratusan orang, termasuk pedagang asongan, dan pemuda dari berbagai elemen yang tergabung dalam aliansi Pemuda Ono Niha Sibolga -Tapteng tampa ada tindakan anarkis atau timbulnya bentrokan.

(Jjm/Nusantaraterkini.co)