Agresi Udara Israel Musnahkan Gudang Obat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Gaza Tengah
Serangan udara Israel menghancurkan gudang obat RS Syuhada Al-Aqsa di Gaza Tengah, memperparah krisis layanan kesehatan dan kemanusiaan.
Nusantaraterkini.co, GAZA-Gempuran udara yang kembali dilancarkan oleh militer Israel meremukkan fasilitas penyimpanan logistik medis milik Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di wilayah Deir al-Balah, kawasan tengah Jalur Gaza, Minggu (2/8/2026).
Serangan rudal tersebut tidak hanya meratakan dua bangunan gudang pendukung medis, tetapi juga melalap puluhan kemah yang menjadi tempat bernaung warga pengungsi Palestina di sekitar area rumah sakit.
Guncangan ledakan tak pelak memicu kepanikan luar biasa di kalangan para pasien, tenaga kesehatan, serta ribuan warga terlantar yang berhamburan menyelamatkan diri beberapa saat usai munculnya instruksi evakuasi mendadak dari pihak militer Israel.
Kendati belum tercatat adanya korban jiwa, kerugian materiil serta ancaman kelumpuhan layanan kesehatan akibat gempuran ini tergolong amat masif.
Otoritas Kesehatan Gaza mengutuk keras aksi pemborbardiran tersebut dan mengategorikannya sebagai tindakan terencana untuk melumpuhkan sarana medis publik secara sistematis.
"Daya hancur rudal yang digunakan sepenuhnya menghancurkan dua dari empat gudang di lokasi sasaran dan menyebabkan kerusakan parah pada dua gudang lainnya," tegas Kementerian, seperti dilansir RMOL, Minggu (2/8/2026).
Pihak kementerian mengonfirmasi unit bangunan klinik rawat jalan di sekitar lokasi mengalami kerusakan struktural cukup fatal, diiringi habisnya persediaan obat-obatan esensial pendukung kehidupan pasien.
Juru Bicara Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Khalil al-Daqran, merinci gudang yang luluh lantak tersebut menyimpan suplai obat krusial, cairan infus, serta peralatan medis vital bagi layanan kedaruratan.
"Pemboman tersebut menyebabkan hilangnya sejumlah besar cairan infus, obat-obatan, dan perlengkapan yang digunakan di departemen-departemen vital, termasuk dialisis dan perawatan intensif," ujarnya.
Ia memperingatkan, habisnya persediaan tersebut bakal melipatgandakan keparahan krisis kemanusiaan yang tengah melanda Gaza akibat pemblokadean akses logistik medis selama ini.
Lebih jauh, Al-Daqran menegaskan menyasar fasilitas medis secara langsung merupakan tindakan yang secara eksplisit melanggar hukum humaniter internasional.
Menurut prediksinya, rentetan serangan konstan terhadap fasilitas kesehatan dan kelangkaan stok obat medis telah mengakibatkan nyaris separuh dari total kapasitas layanan kesehatan di wilayah Gaza kini tak dapat berfungsi.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Tetapkan Mantan Kabag Monitoring Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
hendra·2 menit yang lalu -
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·27 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan