Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dinas Kesehatan Tebingtinggi Dalami Dugaan Malpelayanan Perawat Klinik Djohan

Dinkes Tebingtinggi mendalami dugaan malpelayanan perawat Klinik Djohan setelah orang tua pasien melaporkan pelayanan yang diduga tak sesuai SOP.

Bagikan:
Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi tengah mendalami dugaan malprosedur pelayanan medis yang dilakukan seorang perawat berinisial HBB di Klinik Djohan, Kota Tebingtinggi, Rabu (19/8/2026).(foto: istimewa)
Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi tengah mendalami dugaan malprosedur pelayanan medis yang dilakukan seorang perawat berinisial HBB di Klinik Djohan, Kota Tebingtinggi, Rabu (19/8/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, -Dinas Kota Tebingtinggi tengah mendalami dugaan malprosedur yang dilakukan seorang berinisial HBB di , Kota Tebingtinggi.

Pendalaman dilakukan setelah adanya laporan dari orangtua , Irlan Jaya Situmorang SH, yang mengaku mendapat pelayanan yang diduga tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) medis saat membawa putrinya yang berusia 6 tahun berobat ke klinik tersebut, Senin (10/8/2026).

Kepala Dinas Kota , dr Fitri Saragih, mengatakan, pihaknya telah memanggil penanggungjawab untuk dimintai keterangan terkait persoalan tersebut.

“Hari ini penanggungjawab klinik telah memenuhi panggilan Dinas Kesehatan dan sudah memberikan keterangannya. Selanjutnya kami akan memanggil yang dimaksud,” kata Fitri, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, setiap tindakan pemeriksaan medis harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan dan kompetensi sesuai ketentuan.

“Pemeriksaan medis harus dilakukan oleh pihak yang berwenang seperti dokter, perawat dan bidan. Terkait dugaan tersebut, Dinas Kesehatan akan mendalami lebih lanjut,” tegasnya.

Sebelumnya, Irlan Jaya Situmorang SH, mengaku kecewa setelah dirinya diminta memeriksa sendiri suhu tubuh putrinya yang saat itu datang dalam kondisi demam tinggi.

Dikatakan Irlan, ketika berada di ruang pemeriksaan, termometer disebut telah diletakkan di atas meja dokter dan dirinya kemudian diminta perawat tersebut untuk memeriksa suhu tubuh anaknya sendiri.

Sebagai orangtua, Irlan mempertanyakan mekanisme pelayanan tersebut karena menurutnya pemeriksaan seharusnya dilakukan oleh tenaga medis.

“Saat itu, saya protes, kenapa kami yang memeriksa. Kami tidak tau dunia medis, kami percayakan semuanya kepada tenaga kesehatan,” tegas Irlan.

Kekecewaan orangtua pasien, kemudian menimbulkan reaksi dari perawat tersebut yang menolak didokumentasikan tindakannya.

"Setelah kami dokumentasikan sebagai bukti, bukannya memperbaiki sikap, perawat tersebut malah ikut mendokumentasikan balik protes yang kami lakukan. Perbuatan seperti itu mengindikasikan ketidakprofesionalan oknum tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,  tandasnya.

(Jon/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait