Dinas Kesehatan Tebingtinggi Dalami Dugaan Malpelayanan Perawat Klinik Djohan
Dinkes Tebingtinggi mendalami dugaan malpelayanan perawat Klinik Djohan setelah orang tua pasien melaporkan pelayanan yang diduga tak sesuai SOP.
Nusantaraterkini.co, TEBINGTINGGI-Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi tengah mendalami dugaan malprosedur pelayanan medis yang dilakukan seorang perawat berinisial HBB di Klinik Djohan, Kota Tebingtinggi.
Pendalaman dilakukan setelah adanya laporan dari orangtua pasien, Irlan Jaya Situmorang SH, yang mengaku mendapat pelayanan yang diduga tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) medis saat membawa putrinya yang berusia 6 tahun berobat ke klinik tersebut, Senin (10/8/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr Fitri Saragih, mengatakan, pihaknya telah memanggil penanggungjawab Klinik Djohan untuk dimintai keterangan terkait persoalan tersebut.
“Hari ini penanggungjawab klinik telah memenuhi panggilan Dinas Kesehatan dan sudah memberikan keterangannya. Selanjutnya kami akan memanggil perawat yang dimaksud,” kata Fitri, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, setiap tindakan pemeriksaan medis harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan dan kompetensi sesuai ketentuan.
“Pemeriksaan medis harus dilakukan oleh pihak yang berwenang seperti dokter, perawat dan bidan. Terkait dugaan tersebut, Dinas Kesehatan akan mendalami lebih lanjut,” tegasnya.
Sebelumnya, Irlan Jaya Situmorang SH, mengaku kecewa setelah dirinya diminta memeriksa sendiri suhu tubuh putrinya yang saat itu datang dalam kondisi demam tinggi.
Dikatakan Irlan, ketika berada di ruang pemeriksaan, termometer disebut telah diletakkan di atas meja dokter dan dirinya kemudian diminta perawat tersebut untuk memeriksa suhu tubuh anaknya sendiri.
Sebagai orangtua, Irlan mempertanyakan mekanisme pelayanan tersebut karena menurutnya pemeriksaan pasien seharusnya dilakukan oleh tenaga medis.
“Saat itu, saya protes, kenapa kami yang memeriksa. Kami tidak tau dunia medis, kami percayakan semuanya kepada tenaga kesehatan,” tegas Irlan.
Kekecewaan orangtua pasien, kemudian menimbulkan reaksi dari perawat tersebut yang menolak didokumentasikan tindakannya.
"Setelah kami dokumentasikan sebagai bukti, bukannya memperbaiki sikap, perawat tersebut malah ikut mendokumentasikan balik protes yang kami lakukan. Perbuatan seperti itu mengindikasikan ketidakprofesionalan oknum tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tandasnya.
(Jon/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Tetapkan Mantan Kabag Monitoring Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
hendra·6 menit yang lalu -
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·31 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan