62 Kasus Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Jawa Timur Jadi Penyumbang Terbanyak
Kemenkes RI mencatat 62 kasus Super Flu H3N2 di Indonesia hingga akhir 2025. Jawa Timur jadi wilayah terbanyak, vaksinasi dianjurkan.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Isu Super Flu yang sebelumnya ramai diberitakan di Amerika Serikat kini turut menjadi perhatian di Tanah Air. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 62 kasus infeksi influenza A (H3N2) telah terdeteksi di Indonesia hingga akhir 2025.
Data tersebut dihimpun melalui sistem surveilans nasional yang melibatkan 88 titik sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infections (SARI) di berbagai daerah. Fasilitas tersebut mencakup puskesmas, balai kesehatan, hingga rumah sakit rujukan.
Juru Bicara Kemenkes RI, drg Widyawati, menjelaskan seluruh sampel diperiksa di laboratorium kesehatan masyarakat dan laboratorium rujukan dengan standar biosafety level 3 (BSL-3).
“Berdasarkan pemeriksaan dari 88 sentinel ILI dan SARI di seluruh Indonesia, hingga akhir Desember 2025 tercatat sebanyak 62 kasus influenza A (H3N2) di delapan provinsi,” ujar Widyawati dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2025).
Dari hasil tersebut, Jawa Timur menjadi wilayah dengan temuan kasus terbanyak, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Ketiga provinsi ini disebut sebagai kontributor utama kasus Super Flu nasional berdasarkan konfirmasi laboratorium.
Pakar: Super Flu Bukan Virus Baru
Menanggapi temuan ini, Prof Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur WHO Asia Tenggara, menegaskan bahwa Super Flu yang banyak diperbincangkan bukanlah virus baru.
Menurutnya, penyakit tersebut disebabkan oleh virus influenza A H3N2 sub-clade K yang sebenarnya sudah beredar sejak beberapa waktu lalu. Namun, lonjakan kasus di Amerika Serikat membuatnya menjadi sorotan global.
“Peningkatan kasus rawat inap di Amerika Serikat disebabkan oleh H3N2. Lonjakan serupa juga terjadi di Jepang dan Kanada pada Oktober lalu, dan kemungkinan pola yang sama terjadi di sejumlah negara Asia,” jelas Tjandra.
Vaksinasi Jadi Langkah Pencegahan Utama
Sementara itu, pakar kesehatan dari Universitas Indonesia, dr Ngabila Salama, menekankan pentingnya vaksinasi flu tahunan sebagai langkah pencegahan utama.
“Vaksin flu setahun sekali sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan yang berisiko mengalami komplikasi berat hingga pneumonia,” ujarnya.
Kelompok tersebut meliputi bayi di atas 6 bulan, balita, ibu hamil, lansia, tenaga kesehatan, serta individu dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, kanker, autoimun, HIV, TBC, asma, dan perokok pasif.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKRUU Pemilu, Hensa Ingatkan Threshold Jangan Mengabaikan Suara Pemilih
Herman Saleh Harahap·10 menit yang lalu -
-
POLITIKVideo Call Saat Rapat, Formappi Minta MKD Panggil Moreno Soeprapto
Herman Saleh Harahap·43 menit yang lalu -
SUMUTAktivis Madina Soroti Kinerja Sagtas PETI, Minta Segera Tindak Aktor Intelektual dan Pendana
Herman Saleh Harahap·55 menit yang lalu -
EKONOMISertifikasi Halal DIminta Tak Jadi Beban Baru bagi UMKM
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSTNI Raihย Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·11 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·12 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan