Kemenkes, RS Adam Malik dan FK USU Bersinergi Berantas Perundungan pada Peserta Didik
Kemenkes, RS Adam Malik, dan FK USU berkolaborasi perkuat pencegahan perundungan bagi peserta didik di rumah sakit
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama RS Adam Malik dan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) mendorong kolaborasi dalam memberantas perundungan terhadap peserta didik di rumah sakit.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kemenkes RI dr Azhar Jaya, SH, SKM, MARS dalam Monitoring dan Evaluasi Rumah Sakit Pendidikan di RS Adam Malik, Rabu (15/7/2026).
Azhar menegaskan pentingnya kemitraan antara RS Adam Malik sebagai Rumah Sakit Pendidikan dengan FK USU selaku penyelenggara pendidikan. Kolaborasi yang kuat diharapkan dapat mendorong upaya pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik selama menjalani pendidikan di rumah sakit.
“Kemitraan antara RS Adam Malik dan FK USU diharapkan bisa berjalan dengan baik untuk menghasilkan dokter-dokter terbaik. Proses yang ada di sini sangat penting,” ucap Azhar dalam arahannya di Aula Gedung Administrasi RS Adam Malik.
Lebih lanjut disampaikannya, Kemenkes telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah kasus perundungan, sekaligus memberikan efek jera terhadap pelaku perundungan.
“Kemenkes sangat menolak yang namanya perundungan. Saat ini, kami telah pencatatan terhadap setiap tindakan pelaku kekerasan dan perundungan secara terintegrasi. Dengan sistem ini, kita bisa melacak setiap pelaku perundungan dan kekerasan, dan ke depannya tidak akan dikeluarkan Surat Izin Praktik (SIP) selama kurun waktu tertentu,” tegas Azhar.
Dalam pertemuan ini, Azhar juga sempat berdialog dengan para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang menjalani pendidikan di RS Adam Malik.
Sementara itu, Direktur Utama RS Adam Malik dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) menyatakan komitmen RS Adam Malik untuk mencegah terjadinya kasus perundungan.
“Dalam perkuliahan, ada materi tentang tidak boleh perundungan. Bahkan, di area rumah sakit juga ada banyak banner untuk informasi pelaporan perundungan. Namun itu tetap terjadi, karena mereka tidak dekat dengan kita (dokter senior). Jadi harus kita perbaiki bersama-sama,” jelas Zainal dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
(zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·5 menit yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSPastikan Pemenuhan Gizi Sesuai Standar, Kapolres Binjai Audit SPPG di Sendang Rejo
hendra·1 jam yang lalu -
POLITIKSoroti Ranperda Pajak, Fraksi PKS DPRD Medan Minta Pemko Jaga Daya Beli Warga
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWADemo DPRD Sumut, KAMMI Soroti Seleksi KPID dan Alokasi Dana Reses
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKNusron Wahid Akui Mundur dari Kepengurusan Golkar, Alasan Diserahkan ke Bahlil
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan