Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Isu Super Flu, Dinkes Medan Tegaskan Belum Ada Instruksi Resmi Kemenkes

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: dok istockphoto)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menegaskan hingga saat ini belum menerima surat resmi maupun imbauan kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI maupun Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai super flu

Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Zulhilminil Amani Hasibuan menjelaskan, secara gejala, flu yang ramai dibicarakan tersebut masih mirip dengan flu biasa. Namun demikian, pihaknya belum memiliki dasar resmi untuk memberikan pernyataan lebih jauh.

“Secara gejala memang seperti flu biasa. Sampai saat ini kami belum menerima surat kewaspadaan dari kementerian maupun dari Dinkes Provinsi Sumut. Biasanya surat itu selalu dikirimkan ke daerah, tapi kali ini belum ada,” ujarnya kepada wartawan baru-baru ini.

Baca Juga : Waspada Ancaman Superflu, Komisi X DPR Minta Sekolah Kembali Terapkan Protokol Kesehatan

Zulhilminil menambahkan, Dinkes Medan juga belum menerima laporan peningkatan kasus dari puskesmas maupun rumah sakit. Oleh karena itu, pihaknya belum bisa memberikan komentar teknis terkait isu tersebut.

“Laporan dari puskesmas tidak ada, rumah sakit juga tidak ada. Rujukan kami hanya dari provinsi dan kementerian. Jadi kami menunggu arahan resmi. Saat ini informasi yang beredar hanya dari media sosial,” katanya.

Ia menilai kondisi ini belum mengkhawatirkan. Menurutnya, obat flu pada umumnya hanya berfungsi untuk mencegah komplikasi dan meredakan gejala, bukan membunuh virus.

Baca Juga : Flu Tak Kunjung Sembuh? Ini Cara Penyembuhan Cepat Flu yang Jarang Diketahui

Ia juga membandingkan dengan awal pandemi Covid-19, di mana pemerintah daerah sudah menerima surat kewaspadaan bahkan sebelum kasus masuk ke Indonesia.

“Dulu Covid, sebelum masuk Indonesia, kita sudah dapat surat kewaspadaan dan sudah bekerja, termasuk pengamatan penumpang pesawat. Tapi untuk isu super flu ini, belum ada sama sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja P2PM Dinkes Kota Medan, Edy Yusuf mengatakan, pihaknya juga belum bisa memberikan penjelasan detail karena belum ada dasar kebijakan.

“Belum ada dasar resmi. Memang ada masyarakat yang bertanya dan saya pikir flu ini terasa lebih berat dari flu biasa, tapi kami belum bisa menjawab lebih jauh,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, makan teratur, serta istirahat yang cukup. Ia juga menyarankan penggunaan masker bagi masyarakat yang sedang mengalami gejala flu.

Baca Juga : Tidak Lebih Parah, Kemenkes: Situasi Super Flu di Indonesia Terkendali

“Flu ini virus dan penularannya cepat. Biasanya cepat datang dan cepat sembuh juga, sekitar satu minggu. Virus tidak bisa dibunuh dengan obat, obat hanya meredakan gejala seperti demam, lemas, dan tidak nafsu makan,” pungkasnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)