Nusantaraterkini.co, Medan - Sumatera Utara telah dilanda cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir, dengan hujan hampir setiap hari. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan di beberapa wilayah mencapai kategori sedang hingga sangat lebat.
Pada 19 November 2024, pos hujan di Padang Lawas tercatat 95,2 mm, sementara pada 22 November 2024, hujan di Tapanuli Selatan mencapai 140 mm.
Baca Juga : Pemerintah Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Curah Hujan dan Tekan Risiko Bencana Susulan
Kondisi ini menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang mengancam beberapa wilayah di Sumatera Utara.
Baca Juga : BMKG Warning Wilayah Aceh-Sumut Bakal Dilanda Hujan Ekstrem dan Angin Kencang Masih Tinggi
Cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, seperti fase MJO (Madden Julian Oscillation) yang berada pada fase 2 dan 3, serta nilai IOD (Indian Ocean Dipole) yang negatif sebesar -0,73.
Baca Juga : Waspada Lonjakan DBD, Dinkes Sumsel Prediksi Puncak Kasus Terjadi Hingga Februari
Pengaruh monsun Asia, yang membawa udara lembab dari Laut China Selatan dan Samudra Hindia Barat, juga memperparah kondisi cuaca di wilayah Sumatera Utara. Belokan dan konvergensi angin di wilayah ini turut memperburuk intensitas hujan yang terjadi.
Hujan lebat yang terjadi beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Baca Juga : Kasus DBD Sumsel 2025 Tembus 4.130, Kota Palembang Catat Jumlah Tertinggi
BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan terus berlanjut hingga minggu depan, dengan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Langkat, Karo, Simalungun, Kota Medan, dan sekitarnya.
Baca Juga : Tim Pengawas Haji Kunjungi Jemaah Calon Haji Kloter 22 KNO
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, yang dapat menimbulkan kerugian besar.
Selain itu, fenomena pasang air laut atau rob diperkirakan dapat menyebabkan banjir pesisir di wilayah pesisir Belawan dan sekitarnya pada periode 28 November hingga 5 Desember 2024.
Baca Juga : Hadapi Nataru, DPR: Antisipasi Kemacetan, Lonjakan Penumpang dan Cuaca Ekstrim
Pasang air yang diprediksi mencapai 2,5 meter pada pukul 23.00 hingga 04.00 WIB dapat mengganggu aktivitas transportasi, khususnya di pelabuhan dan pesisir, serta berdampak pada kegiatan masyarakat di sepanjang garis pantai.
Dalam wawancara dengan Kama Nur Auliakhansa, Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, ia menjelaskan,
"Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, termasuk aktivitas monsun yang membawa udara lembab dan fenomena atmosfer lainnya. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, terutama Belawan, harus lebih waspada terhadap potensi banjir pesisir (rob), karena fenomena ini dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan."
Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pihak TNI/POLRI setempat untuk mempersiapkan langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem ini.
Masyarakat juga diharapkan untuk terus memantau informasi cuaca terkini yang disampaikan BMKG melalui media sosial Info BMKG Sumut, serta melalui call center BMKG di 082168043653.
(Cw9/Nusantaraterkini.co)
