Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR Syafiuddin meminta pemerintah melakukan antisipasi tiga hal utama dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Ketiganya, yaitu, kemacetan, lonjakan penumpang, dan cuaca ekstrim, sehingga masyarakat bisa melakukan liburan dengan aman.
Baca Juga : Empati Korban Bencana, Gubernur Sumbar Larang Pesta Kembang Api dan Konvoi Tahun Baru 2025
Syafiuddin mengatakan, yang pertama perlu diantisipasi adalah kemacetan. Kepadatan lalu lintas tidak bisa dihindari setiap liburan Natal dan tahun baru. Sebab, banyak masyarakat pulang kampung, berwisata, dan berkunjung ke rumah saudara, dan aktivitas lainnya.
Baca Juga : Wamen ESDM Tinjau Kesiapan Energi Jelang Nataru
Maka, volume kendaraan meningkat di jalanan baik jalan utama dan ruas jalan tol menjadi padat. Untuk itu, dibutuhkan berbagai langkah itu mengantisipasi kemacetan.
Misalnya, dengan melakukan rekayasa lalu lintas, pengoperasian jalan tol secara fungsional di beberapa ruas, dan perluasan lajur tol.
Baca Juga : Medan Gelar Pasar Murah Serentak di 53 Titik, Sediakan 8 Komoditas Utama Harga Subsidi
"Antisipasi Kemacetan harus segera dilakukan, sehingga tidak ada penumpukan kendaraan pada saat nataru," terangnya, Selasa (17/12/2024).
Baca Juga : Jelang Natal dan Tahun Baru, PT Angkasa Pura Aviasi Terima 108 Permohonan Extra Flight
Menurut data Korlantas Polri, terdapat lebih dari 700 titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Titik rawan kemacetan dan kecelakaan di jalan tol, di antaranya ruas Batang-Semarang dan Japek Selatan, dan Ngawi-Surabaya.
Kemudian terdapat titik lelah yang menjadi black spot. Setidaknya ada empat titik lelah di jalan tol yang telah dideteksi.
Baca Juga : Toko Buah Mentari jadi Incaran Wisatawan saat Berlibur ke Berastagi
Antisipasi selanjutnya, kata Syafiuddin, dilakukan untuk menghadapi lonjakan penumpang. Banyak masyarakat yang akan menggunakan transportasi umum, sehingga jumlah penumpang naik tajam.
Baca Juga : Jelang Revalidasi Geopark Toba di Samosir, Turis Asing Padati Geosite Hutan Siallagan
PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang hingga 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 memprediksi kenaikan arus penumpang sekitar 12,5 persen atau 2.165.815 orang pada mudik Nataru 2025.
"Lonjakan penumpang harus diantisipasi, agar masyarakat bisa menggunakan transportasi umum dengan baik dan tetap nyaman," ungkap legislator asal Dapil Jawa Timur XI wilayah Madura itu.
Berikutnya, lanjut Syafiuddin, yang perlu diantisipasi adalah cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa peningkatan curah hujan sebesar 20 persen selama Nataru 2025.
Cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi terjadi hingga Maret-April 2025. Hal itu dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah yang dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20 persen.
"Sebelum melakukan perjalanan, masyarakat harus betul memperhatikan cuaca. Sebab, akhir-akhir ini sering terjadi suasana ekstrem," pungkasnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
