Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Waspada Lonjakan DBD, Dinkes Sumsel Prediksi Puncak Kasus Terjadi Hingga Februari

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel.(foto:Tia/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG–Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) memprediksi puncak serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) akan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026 akibat meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti di tengah puncak musim hujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah menyampaikan jika perkiraan ini didasarkan pada siklus tahunan di mana tingginya curah hujan selalu berkorelasi dengan peningkatan kasus.

Baca Juga : Kasus DBD Sumsel 2025 Tembus 4.130, Kota Palembang Catat Jumlah Tertinggi

"Estimasi puncak kasus DBD akan terjadi pada Januari-Februari ini. Selain karena masih puncak musim hujan, juga berdasarkan data tren tahunan kasusnya," ujar Ira, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan fase perindukan nyamuk sebenarnya sudah mulai menunjukkan kenaikan sejak akhir tahun lalu seiring dengan intensitas hujan yang membasahi wilayah Sumatera Selatan.

"Berdasarkan data yang ada, peningkatan curah hujan tempat perindukan Aedes aegypti dimulai November lalu, kemudian Desember puncak penularan, dan puncaknya dimulai Januari ini," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Sumsel kini tengah menggencarkan inovasi teknologi Wolbachia di Kota Palembang guna menekan kemampuan nyamuk dalam menyebarkan virus ke manusia.

"Palembang termasuk salah satu pilot project perluasan inovasi wolbachia ini dari 25 kabupaten/kota," imbuhnya.

Selain inovasi teknologi, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tetap menjadi fondasi utama pencegahan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan sejak dini, terutama melalui penerapan PSN secara rutin di lingkungan rumah masing-masing," tuturnya.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak menganggap remeh gejala demam yang muncul secara mendadak dan segera mencari pertolongan medis jika kondisi memburuk.

Baca Juga : Dinkes Sumsel Siapkan 5.000 Vaksin DBD Gratis untuk Anak di Palembang

"Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, hingga muncul bintik merah pada kulit," pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)