Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Rizki Natakusumah menilai penyelesaian konflik di Gaza bukan hanya urusan militer semata.
Hal ini disampaikannya menanggapi perihal Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan warga sipil berpeluang bergabung dengan pasukan perdamaian untuk membantu warga Palestina di Gaza.
"Perang, di mana pun itu terjadi, merupakan hal yang sangat rumit dan melibatkan multidimensi kehidupan masyarakat yang terdampak. Jadi bukan hanya urusan militer saja. Profesi lain seperti polisi, dokter, hingga arsitek pasti diperlukan pada sebuah misi pemulihan sosial pascaperang," katanya, Senin (17/6/2024).
Baca Juga : DPR dan Pemerintah Pastikan Pilpres Tetap Langsung, RUU Pilkada Tak Masuk Prolegnas 2026
Rizki mengatakan, para pemimpin TNI sudah memperhitungkan multi dimensional perang tersebut. Sehingga, kata dia, memang beberapa profesi sipil diperlukan jika nantinya Indonesia diberikan izin untuk menurunkan pasukan penjaga perdamaian ke Palestina.
"Saudara-saudara kita di Palestina sudah menderita sangat lama, sehingga kerusakan yang terjadi bukan hanya fisik, tapi juga psikologis. Sisi kemanusiaan yang tidak kasat mata seperti inilah yang perlu menjadi perhatian seluruh negara di dunia, bukan cuman hanya Indonesia," ucapnya.
Baca Juga : Kamboja: Tentara Thailand Tembaki Warga Sipil, Lima Orang Terluka
Perihal peluang warga sipil bisa ikut misi perdamaian ke Gaza, Rizki meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mempersiapkan secara maksimal. Nantinya, para warga sipil yang dikirim harus dibekali kemampuan yang mumpuni untuk bertugas di medan perang.
Baca Juga : Ketua DPRD Sumut Diteriaki Pembohong ketika Janji untuk Berbenah
"Adapun mengenai pelaksanaan operasi pemulihan pasca perang di Palestina yang melibatkan profesional sipil dari WNI, kami meminta agar Kemlu mempersiapkan ini secara saksama dan hati-hati. Para WNI yang kelak dikirim ke Palestina harus sudah dibekali secara lengkap sehingga mereka siap bertugas di medan berbahaya," tandasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Ajakan MUI: Jadikan Mihrab Masjid Suara Lantang untuk Kemerdekaan Palestina
