Nusantaraterkini.co, MEDAN-Babak play-off Liga Champions musim 2025/2026 memasuki fase krusial pada hari kedua leg pertama yang dijadwalkan berlangsung, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Setelah rangkaian laga pembuka yang penuh drama pada hari sebelumnya, perhatian kini tertuju pada delapan tim lainnya yang akan memperebutkan modal berharga untuk melaju ke babak 16 besar.
Dilansir dari situs resmi FIFA, pertandingan pada hari kedua ini menampilkan kombinasi menarik antara raksasa tradisional Eropa yang sedang mencari konsistensi dan tim-tim kuda hitam yang siap memberikan kejutan besar di hadapan pendukung mereka sendiri.
Baca Juga : Rekap Play-Off Liga Champions: Galatasaray Hancurkan Juventus, Real Madrid dan PSG Amankan Kemenangan Tipis
Jadwal pertandingan akan dibuka oleh duel antara wakil Azerbaijan, Qarabağ FK, melawan pendatang baru yang ambisius dari Premier League, Newcastle United, pada pukul 00.45 WIB. Setelah laga pembuka tersebut, tiga pertandingan lainnya akan digelar secara serentak pada pukul 03.00 WIB, yang mempertemukan FK Bodø/Glimt melawan Inter Milan, Club Brugge menghadapi Atlético Madrid, serta Olympiacos yang menjamu Bayer Leverkusen.
Baca Juga : Laga Perpisahan Son Heung-min dengan Tottenham Hotspur Melawan Newcastle United Berakhir Imbang 1-1
Pertemuan-pertemuan ini bukan sekadar perebutan angka, melainkan ujian mental bagi tim tamu yang harus bertandang ke markas dengan atmosfer yang dikenal sangat intimidatif bagi lawan.
Analisis peluang untuk pertandingan di Norwegia menunjukkan tantangan besar bagi Inter Milan saat bertandang ke markas Bodø/Glimt. Meskipun Inter diunggulkan secara kualitas individu dan sejarah kompetisi, mereka harus beradaptasi dengan lapangan sintetis dan suhu ekstrem di Stadion Aspmyra yang seringkali menjadi "kuburan" bagi tim-tim besar, termasuk catatan sejarah Bodø/Glimt yang pernah membekuk Manchester City dan Atletico Madrid. Kehilangan pilar lini tengah seperti Hakan Calhanoglu memaksa pelatih Christian Chivu untuk meramu strategi rotasi yang tepat demi menjaga keseimbangan tim.
Baca Juga : Southampton Pinjamkan Aaron Ramsdale ke Newcastle
Sementara itu, Bayer Leverkusen di bawah asuhan taktik yang dinamis harus ekstra waspada saat bertamu ke "neraka Piraeus" milik Olympiacos. Rekor kandang Olympiacos yang memenangkan enam dari tujuh laga terakhir di kompetisi Eropa menjadi modal kuat bagi wakil Yunani tersebut untuk mengincar keunggulan awal, terutama mengingat Leverkusen memiliki catatan kurang impresif dalam laga tandang fase gugur Liga Champions.
Di sisi lain, Atlético Madrid yang dipimpin oleh Diego Simeone akan mengandalkan kedisplinan pertahanan mereka saat bertamu ke markas Club Brugge di Belgia. Brugge sendiri dikenal sebagai tim yang sulit ditembus saat bermain di Jan Breydelstadion, sehingga hasil imbang atau kemenangan tipis bagi salah satu tim diprediksi akan membuat persaingan tetap terbuka hingga leg kedua.
Pertempuran pada hari kedua ini secara keseluruhan akan sangat ditentukan oleh sejauh mana tim-tim tamu mampu meredam tekanan suporter tuan rumah dan menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang tidak biasa. Konsistensi dalam menjaga organisasi permainan dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang sekecil apapun akan menjadi kunci bagi para kontestan untuk mengamankan langkah mereka menuju fase gugur utama kompetisi paling bergengsi di Eropa ini.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
