Warga Palestina Gelar Aksi Protes, Tuntut Kejelasan Nasib Ribuan Orang Hilang
Warga Gaza gelar aksi tuntut kejelasan nasib 11.200+ orang hilang, kecam kunjungan provokatif menteri Israel
Nusantaraterkini.co, GAZA - Puluhan warga Palestina menggelar aksi protes di Gaza City pada Minggu (30/8/2026) untuk menuntut informasi terkait nasib orang-orang yang hilang sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023.
Aksi protes tersebut, yang diselenggarakan oleh Jaringan Organisasi Nonpemerintah Palestina, digelar di luar markas besar Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Gaza City bagian barat, bertepatan dengan Hari Korban Penghilangan Paksa Internasional yang jatuh pada 30 Agustus.
Para partisipan memegang foto orang yang hilang serta membentangkan spanduk bertuliskan "Orang-Orang Hilang: Kisah-Kisah yang Menanti Kebenaran" (The Missing: Stories Awaiting the Truth).
Mohammed Saleh, direktur jaringan tersebut, mengatakan bahwa isu orang hilang "bukan sekadar masalah statistik," melainkan melibatkan nama, impian, serta kisah keluarga-keluarga yang mencari kebenaran dan keadilan.
Berbicara dalam aksi protes tersebut, Saleh menyebutkan bahwa pihak jaringan itu telah mendokumentasikan lebih dari 11.200 orang hilang yang terdaftar, seraya menambahkan bahwa jumlah yang sebenarnya diyakini lebih tinggi.
Dia menyerukan pembentukan sebuah mekanisme independen dan transparan untuk mencari orang-orang yang hilang, basis data nasional terpadu, serta dukungan yang lebih besar bagi kedokteran forensik dan laboratorium khusus guna mengidentifikasi sisa-sisa jenazah.
Secara terpisah, kelompok-kelompok Palestina pada Minggu mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir ke blok wanita di Penjara Damon. Dalam kunjungan tersebut, Ben-Gvir merekam video para tahanan perempuan Palestina dan mengunggah video kunjungan tersebut ke akun media sosialnya di X.
Klub Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners' Club), sebuah organisasi nonpemerintah, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kunjungan dan perekaman video para tahanan oleh Ben-Gvir itu mencerminkan kebijakan sistematis yang menargetkan tahanan Palestina serta memanfaatkan penderitaan mereka untuk propaganda politik.
Dalam video berdurasi 1 menit 44 detik tersebut, seorang tahanan perempuan Palestina yang tidak disebutkan identitasnya menggambarkan kondisi penahanan mereka, mengatakan bahwa mereka sudah tiga hari tidak mandi, tidak mendapat perawatan medis, dan mengenakan pakaian kotor.
Ben-Gvir kemudian merespons melalui seorang penerjemah dan berkata, "Kondisi baik yang dulu ada di penjara kini sudah berakhir."
Gerakan Jihad Islam mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah Israel memikul tanggung jawab penuh atas keselamatan para tahanan perempuan, seraya mendesak lembaga-lembaga internasional untuk bertindak guna mengakhiri pelanggaran terhadap para tahanan perempuan.
Hamas, dalam sebuah pernyataan terpisah, memperingatkan agar tidak mengubah penjara menjadi arena bagi "pelanggaran, penghinaan, ancaman, penyiksaan, dan pembunuhan," serta menyerukan tindakan yang efektif untuk mendukung para tahanan Palestina.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·23 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan