Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Warga Palestina Gelar Aksi Protes, Tuntut Kejelasan Nasib Ribuan Orang Hilang

Warga Gaza gelar aksi tuntut kejelasan nasib 11.200+ orang hilang, kecam kunjungan provokatif menteri Israel

Warga Palestina berpartisipasi dalam sebuah aksi protes di Gaza City pada 23 Juli 2026 untuk menentang rencana Israel terkait pengusiran paksa. (Foto: Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga Palestina berpartisipasi dalam sebuah aksi protes di Gaza City pada 23 Juli 2026 untuk menentang rencana Israel terkait pengusiran paksa. (Foto: Xinhua/Rizek Abdeljawad)
A A

Nusantaraterkini.co, - Puluhan warga menggelar aksi protes di Gaza City pada Minggu (30/8/2026) untuk menuntut informasi terkait nasib orang-orang yang hilang sejak pecahnya konflik antara dan pada 7 Oktober 2023.

Aksi protes tersebut, yang diselenggarakan oleh Jaringan Organisasi Nonpemerintah Palestina, digelar di luar markas besar Komite Internasional (ICRC) di Gaza City bagian barat, bertepatan dengan Hari Korban Penghilangan Paksa Internasional yang jatuh pada 30 Agustus.

Para partisipan memegang foto orang yang hilang serta membentangkan spanduk bertuliskan "Orang-: Kisah-Kisah yang Menanti Kebenaran" (The Missing: Stories Awaiting the Truth).

Mohammed Saleh, direktur jaringan tersebut, mengatakan bahwa isu "bukan sekadar masalah statistik," melainkan melibatkan nama, impian, serta kisah keluarga-keluarga yang mencari kebenaran dan keadilan.

Berbicara dalam aksi protes tersebut, Saleh menyebutkan bahwa pihak jaringan itu telah mendokumentasikan lebih dari 11.200 orang hilang yang terdaftar, seraya menambahkan bahwa jumlah yang sebenarnya diyakini lebih tinggi.

Dia menyerukan pembentukan sebuah mekanisme independen dan transparan untuk mencari orang-orang yang hilang, basis data nasional terpadu, serta dukungan yang lebih besar bagi kedokteran forensik dan laboratorium khusus guna mengidentifikasi sisa-sisa jenazah.

Secara terpisah, kelompok-kelompok Palestina pada Minggu mengecam kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel ke blok wanita di Penjara Damon. Dalam kunjungan tersebut, Ben-Gvir merekam video para tahanan perempuan Palestina dan mengunggah video kunjungan tersebut ke akun media sosialnya di X.

Klub (Palestinian Prisoners' Club), sebuah organisasi nonpemerintah, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kunjungan dan perekaman video para tahanan oleh Ben-Gvir itu mencerminkan kebijakan sistematis yang menargetkan tahanan Palestina serta memanfaatkan penderitaan mereka untuk propaganda politik.

Dalam video berdurasi 1 menit 44 detik tersebut, seorang tahanan perempuan yang tidak disebutkan identitasnya menggambarkan kondisi penahanan mereka, mengatakan bahwa mereka sudah tiga hari tidak mandi, tidak mendapat perawatan medis, dan mengenakan pakaian kotor.

Ben-Gvir kemudian merespons melalui seorang penerjemah dan berkata, "Kondisi baik yang dulu ada di penjara kini sudah berakhir."

Gerakan Jihad Islam mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah memikul tanggung jawab penuh atas keselamatan para tahanan perempuan, seraya mendesak lembaga-lembaga internasional untuk bertindak guna mengakhiri pelanggaran terhadap para tahanan perempuan.

, dalam sebuah pernyataan terpisah, memperingatkan agar tidak mengubah penjara menjadi arena bagi "pelanggaran, penghinaan, ancaman, penyiksaan, dan pembunuhan," serta menyerukan tindakan yang efektif untuk mendukung para .

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru