Nusantaraterkini.co, Deli Serdang - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meninjau perkembangan pembangunan kawasan lumbung pangan (Food Estate) dalam kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara. pada Minggu (11/8/2024).
Kawasan lumbung pangan yang ditinjau berada di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut juga dihadiri, PJ Gubernur Sumatera Utara Agus Fatoni, dan PJ Bupati Deli Serdang Wiriya Alrahman.
Baca Juga : 85 Daerah Masih Defisit Pangan, DPR Desak Negara Hadir Nyata di Tengah Program MBG
Launching Food Estate Mini ini diawali dengan penanaman cabai dan bawang di kawasan tersebut.
"Hari ini kita melaksanakan percontohan lahan produksi pertanian dan kita mulai dari penanaman," Ucap Wamentan Sudaryono.
Baca Juga : Prabowo Subianto Akan Alihkan Food Estate ke Papua Gegara Kalimantan Tak Subur
Pengembangan lumbung Pangan dengan luas keseluruhan mencapai 58 hektar di Desa Sena ini, guna meningkatkan ketahanan pangan nasional khususnya ketahanan pangan local, Dalam proyek pengembangan lumbung pangan di Sumatera Utara.
"ini ada 10 hektar tapi ini kita kembangkan jadi 58 hektar dan supaya ini bisa menjadi contoh bagi daerah atau kabupaten lain di Sumatera Utara," Sambung Wamentan
Ia mengatakan akan turun langsung melihat hasil panen apabila seluruh kawasan tersebut panen nya bersamaan.
Baca Juga : Polda Sumsel Bongkar Sindikat Penyelewengan 14 Ton Pupuk Subsidi
Sudaryono Menjelaskan, Target Tambahan Wilayah Food Estate untuk seluruh indonesia adalah 97 ribu hektar, tambah area lahan baru, atau bisa disebut Penambahan Area Tanam.
"Dari 97 ribu hektar ini, sudah terpenuhi 58 ribu hektar, tapi kita mau push sampai September sebisa mungkin 97 ribu hektar itu keluar semua, jadi titik titik nya kita sudah ada, kita juga sudah kordinasi, dan kita sudah banyak dibantu dinas pertanian kabupaten kota ataupun provinsi, dan juga support yang maksimal dari tentara nasional Indonesia untuk pemanfaatan lahan tadi," Jelas Wamentan
Lanjutnya, pada saat musim kemarau yang akan datang Food Estate tetap bisa di tanami, sehingga tidak lagi harus menunggu hujan, semakin cepat menanam semakin cepat panen, maka produktivitas nya akan semakin banyak.
Baca Juga : Geliat Ekonomi dari Lahan Rawa: Panen Raya di Mardingding Perkuat Kedaulatan Pangan Sumut
"Sudah ada MoU antara pihak pertanian dan TNI, Pokok nya kita harus jalan dulu, karena selama lima bulan sampai dengan Desember ini kita harus berhasil dulu, supaya musim kemarau ini tetap bisa menanam, kalau gak nanam musim kemarau ini, nantinya kita panen sedikit ujung ujung nya nanti kita kurang, kalau kurang kita mau impor belum tentu impor barang nya ada," Pungkas Wamentan Sudaryono.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
