Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polda Sumsel Bongkar Sindikat Penyelewengan 14 Ton Pupuk Subsidi

Polda Sumsel bongkar sindikat penyelewengan 14 ton pupuk subsidi Urea dan Phonska lintas provinsi, delapan tersangka diamankan.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan mengungkap praktik penyelewengan 14 ton pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska. (foto: Tia/Nusantaraterkini.co)
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan mengungkap praktik penyelewengan 14 ton pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska. (foto: Tia/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG–Direktorat Reserse Kriminal Khusus () Polda mengungkap praktik penyelewengan 14 ton pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska. Pupuk bersibsidi tersebut diduga hendak diselundupkan lintas provinsi ke wilayah Jambi.

Dalam operasi yang berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni Palembang dan Ogan Komering Ilir (OKI), polisi membekuk delapan tersangka yang terlibat dalam jaringan perdagangan gelap pupuk jatah petani. Modus operandi yang digunakan mulai dari membeli jatah kelompok tani yang kekurangan modal hingga mengangkut pupuk dari Provinsi Lampung untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

Direktur Ditreskrimsus , Kombes Pol Doni Satria Sembiring menyebut total kerugian negara dari dua kasus ini ditaksir mencapai lebih dari Rp1,2 miliar.

"Total kerugian negara dari dua kasus ini cukup besar. Untuk kasus pertama kerugian ditaksir mencapai Rp450 juta, sementara pada kasus kedua diperkirakan mencapai Rp810 juta. Saat ini para tersangka telah kami amankan untuk diproses hukum," ujar Doni dalam konferensi pers, Kamis (29/1/2026).

Doni menjelaskan jika penyelewengan ini sangat berdampak buruk bagi sektor karena menyebabkan kelangkaan di tingkat akar rumput.

"Praktik ini mengakibatkan tidak sampai ke petani yang benar-benar membutuhkan. Akibatnya, petani yang seharusnya menerima subsidi justru terpaksa membeli pupuk dengan harga mahal," jelasnya.

Di salah satu lokasi, terungkap bahwa pupuk subsidi dibeli dari kelompok tani seharga Rp90.000 per karung, lalu dijual kembali secara berantai hingga harganya melambung jauh di atas ketentuan pemerintah.

“Selanjutnya, pupuk subsidi tersebut dibeli oleh pelaku lain berinisial T dengan harga Rp110.000 per karung. Setelah itu, pupuk kembali dijual ke daerah lain dengan harga yang jauh lebih tinggi, sehingga pupuk subsidi tidak sampai ke petani yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Selain mengamankan 14 ton pupuk, petugas juga menyita sejumlah armada pengangkut sebagai barang bukti. memastikan akan memperketat pengawasan jalur distribusi agar alokasi pupuk bersubsidi tidak lagi bocor ke pasar gelap atau keluar wilayah Sumsel.

"Polda Sumsel menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi pupuk subsidi agar benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru