Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Versi Warga soal Kericuhan di Kampung Kompak Sampali: Kami Juga Diserang Preman Bayaran

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Ari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tangkapan layar sejumlah preman bayaran diduga ikut menyerang warga saat penertiban./Ist

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kericuhan mewarnai penertiban bangunan di lahan eks HGU PTPN II di Jalan H Anif Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Kamis (11/7/2024).

Ratusan emak-emak dan pemuda warga menghadang ratusan petugas gabungan yang hendak melakukan pembongkaran bangunan. Kejadian memanas hingga berujung satu unit mobil Damkar Pemkab Deliserdang dibakar.

Menurut versi warga, kedatangan ratusan petugas ini meresahkan warga sekitar yang khawatir rumahnya digusur. Bahkan, petugas disebut hadir bersama preman bayaran yang kemudian menyerang warga.

Baca Juga : Seorang Pria Ditemukan tak Bernyawa di Stabat Langkat, Dikira Warga Tertidur

Tak hanya menganiaya warga, rumah-rumah warga juga habis dilempari para preman. 

"Oknum-oknum Sat Pol PP Deli Serdang seperti juru sita pengadilan dan belum ada putusan dari pengadilan untuk merobohkan bangunan," jelas salah seorang warga Sampali, D Yanto.

Atas penyerangan para preman itu, puluhan warga Kampung Kompak mengalami luka-luka serius pada bagian kepala, kaki dan pipi.

Baca Juga : Wakil Rektor II Universitas Darma Agung Ditangkap, Kapolrestabes: 1x24 Jam Diinfokan Kembali

"Puluhan warga Kampung Kompak mengalami luka-luka atas penyerangan seribuan preman yang diduga suruhan mafia tanah," tambahnya.

Yanto mengatakan kedatangan preman bersama dengan ratusan petugas gabungan ini membuat warga tak bisa berbuat apa-apa. Sempat melakukan perlawanan tapi warga kalah kuat, hingga akhirnya bangunan dirobohkan.

"Kami ini orang susah pak, kami hanya berharap kuasa daripada yang maha kuasa," ucapnya.

Baca Juga : Banjir Jakarta Berkurang Drastis dalam 6 Jam, Heru Budi: Alhamdulillah

Diketahui, penertiban bangunan gudang di Jalan H Anif Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, berujung ricuh, Kamis (11/7/2024).

Kericuhan ini terjadi saat warga yang tak terima dilaksanakan pembongkaran melakukan perlawanan dengan membakar ban bekas di Jalan H Anif Sampali.

Kericuhan semakin memanas saat warga menyerang mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Deliserdang dengan melempari batu dan melakukan pembakaran.

Baca Juga : Oknum TNI Diserang-Dibacok di Medan, DPD IPK Beri Penjelasan

Atas kejadian ini, 1 unit mobil Damkar Deliserdang rusak terbakar dan 3 orang petugas Satpol PP juga luka-luka terkena lemparan batu.

"Ada tadi beberapa korban, 3 orang (petugas Satpol PP), sudah dibawa ke klinik," kata Kabid Penegakan Perda dan Perkada Pol PP Deliserdang M Awal Kurniawan.

Ia mengatakan kericuhan terjadi karena salah paham antara warga dengan petugas yang datang melakukan penertiban bangunan.

Baca Juga : Puluhan Pelajar SMP di Toba Diduga Keracunan MBG

"Ada 25 bangunan termasuk pagar dan gudang, tadi ada miss komunikasi dengan warga, hari ini kita tak ada membongkar tempat tinggal, miss komunikasilah," kata Awal. 

(cw5/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Pemotor di Sergai Tewas Usai Masuk Kolong Colt Diesel