Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Usai Gelar Diskusi dan Konsolidasi, Sekretariat Mahasiswa Didatangi Intel Polisi

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU). (Foto: dok GMNI FH USU)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Diskusi dan konsolidasi yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), berakhir dengan kejutan tak menyenangkan, pada Selasa (22/4/2025).

Pasalnya, setelah agenda mereka digelar sekretariat organisasi yang berada di Jalan Mandolin Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru tersebut diduga didatangi oleh Intel Polsek Medan Baru, tepatnya pada Rabu (23/4/2025).

"Benar, bahwa sekretariat kami didatangi oleh Intel (polisi) sehari setelah gelaran diskusi dan konsolidasi," ujar Sekretaris Jendral (Sekjend) GMNI FH USU, Burju Hutasoit kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (24/5/2025).

Baca Juga: Diskusi Publik Undang-undang TNI di Siantar Tuai Pro Kontra, Begini Situasinya

Burju menyebut polisi itu adalah Kanit Intel Polsek Medan Baru Iptu Heron Purba. Mahasiswa menuding kehadirannya di sekretariat mereka melahirkan spekulasi terhadap sikap pemerintah, terlebih aparat kepolisian.

"Tentunya kami menduga kedatangannya (intel tersebut) adalah pertanda jika pemerintah mulai takut atas gerakan-gerakan rakyat," tegas Burju.

Selain itu, saat para pengurus GMNI FH USU tersebut menanyai maksud kedatangannya, Iptu Heron berdalih hanya untuk monitoring di lingkungan sekret mereka. Bahkan, menurut Burju, Iptu Heron juga mengaku punya niatan untuk mengajak mereka untuk berkoordinasi.

Akibat kedatangan tamu tak diundang itu, Burju serta mahasiswa lainnya merasa tidak nyaman dan terancam.

Meskipun demikian, dia menyatakan pihaknya serta kelompok mahasiswa lain tetap akan menjalankan agenda mereka.

Baca Juga: Bobby Nasution Diskusi Santai dengan Cipayung Plus, Upaya Kolaborasi Membangun Sumut

"Tapi dihari diskusi itu, sebelumnya kami sudah mencurigai salah seorang yang menyusupi ruang diskusi. Cirinya, berpenampilan tegap, berambut panjang dan sedikit kurus," ungkap Burju.

Diketahui, pembahasan dalam diskusi dan konsolidasi yang dilaksanakan mereka, mengususng tema 'Menyuarakan Revolusi Kesejahteraan dan Perlindungan Buruh Dari Kekerasan Struktural.'

(Cw7/Nusantaraterkini.co)