Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tubuh Pria Ini Larut Usai Jatuh ke Sumber Air Panas Yellowstone

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lubang Panas di Taman Nasional Yellowstone Foto: Shutter stock

nusantaraterkini.co, MEDAN - Hanya dalam waktu satu hari, tubuh pria di Yellowstone larut dan hancur usai jatuh ke sumber air panas Yellowstone

Peristiwa ini terjadi pada 2016, menimpa seorang pria bernama Colin Nathaniel Scott (23) dari Portland, Oregon. Kala itu, Colin bersama saudara perempuannya tengah jalan-jalan di trotoar utama di Pork Chop Geyser. Mereka bermaksud mau mencari tempat untuk berendam.

“Mereka pindah ke area tersebut untuk mencari tempat yang bisa mereka masuki dan bisa dipakai buat berendam,” kata Lorant Veress, wakil kepala penjaga setempat, dilansir IFL Science.

Baca Juga : Sengketa Air Memanas: Trump Ancam Kenakan Tarif 5% ke Meksiko

Saat itu Colin menemukan sebuah kolam, dan mengulurkan tangannya untuk memeriksa suhu air. Namun sayang, dia terpeleset jatuh ke dalam kolam air panas dan asam tersebut. Jasadnya ditemukan petugas taman di hari yang sama, tapi tak bisa langsung dievakuasi karena tubuh Colin berada di luar jangkauan. Selain itu, badai petir juga menghalangi petugas untuk mengambil jasad Colin.

Keesokan harinya, petugas kembali ke lokasi kejadian, namun mereka tak menemukan apa pun. Tubuh Colin kemungkinan telah larut tak bersisa. Video detik-detik Colin masuk ke kolam air panas Yellowstone diambil oleh saudara perempuan Colin, meski otoritas taman tidak merilisnya ke publik untuk menghormati keluarga mendiang.

Mata air Yellowstone sendiri memiliki panas sekitar 92 derajat Celcius di permukaan.

Baca Juga : Tank Canggih Leonard 2 Asupan Jerman, Bernasib Malang di Ukraina, Karena Faktor Ini

"Di beberapa area termal Yellowstone, aliran panas lebih dari 100 watt per meter persegi, sekitar 50 kali lipat rata-rata Yellowstone," sebut Survei Geologi AS.

"Aliran panas yang sangat besar ini berasal dari batuan cair atau magma dalam kerak di bawah kaldera, yang akhirnya dihasilkan oleh Titik Panas Yellowstone, wilayah mantel Bumi yang sangat panas, ratusan kilometer di bawah permukaan."

Selain panas, mata air Yellowstone juga sangat asam. Kombinasi panas dan asam bisa membuat tubuh Colin hancur dalam hitungan beberapa jam. “Dalam waktu yang sangat singkat, terjadi banyak pelarutan,” papar Veress.

Baca Juga : Prabowo dan Erdogan Bahas Potensi Kerja Sama Indonesia-Turki dan Penyelesaian Konflik Palestina

Jadi, kalau kamu berkunjung ke sumber air panas Yellowstone, jangan pernah berpikir untuk berendam di dalamnya. Alih-alih mendapat ketenangan, tubuhmu justru akan hancur dibuatnya.

"Ada penutupan yang diberlakukan untuk mencegah orang melakukan hal itu demi keselamatan mereka sendiri dan juga untuk melindungi sumber daya karena sangat rentan," ujar Veress "Namun, yang terpenting adalah demi keselamatan orang karena lingkungannya sangat tidak bersahabat."

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Analis Pasar: Pergerakan IHSG Cenderung Wait And See di Tengah Dinamika Pelemahan Nilai Tukar Rupiah