Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

2 Anak Tewas dan 9 Luka-luka dalam Tragedi Penusukan di Inggris

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Polisi di lokasi penusukan anak-anak, di Southport, Merseyside, Inggris Foto: James Speakman/PA via AP

nusantaraterkini.co, MEDAN - Peristiwa penusukan secara berutal terjadi di sebuah sanggar menari anak-anak, di Southport, Merseyside, Inggris. Akibat peristiwa ini, 2 anak tewas dan 9 lainnya luka-luka.

Dikutip dari AP, peristiwa ini terjadi pada Senin (29/7/2024). Kepolisian setempat mengungkap, pelakunya adalah seorang anak berusia 17 tahun dan kedapatan membawa sebilah pisau.

Seorang saksi menyebut, ia melihat seorang anak yang penuh darah lari dari tempat yang sedang menggelar kelas menari bertema Taylor Swift itu.

Baca Juga : Operasi Inggris Bongkar Jaringan Pencucian Uang Miliaran Dolar untuk Pembiayaan Perang Rusia

Kepolisian Merseyside sendiri menyebut, ini adalah peristiwa besar di Soutport, sebuah kota berpenduduk 100 ribu jiwa.

"Tapi tidak ada ancaman yang bakal melebar ke publik," kata pihak kepolisian.

Detektif dari kepolisian setempat juga menyebut, aksi penusukan ini tidak terkait dengan teror.

Baca Juga : Inggris Diprediksi akan Kehilangan 16.500 Jutawan Akibat Eksodus pada Tahun 2025 Ini

"Pelaku tinggal di sebuah desa, 8 kilometer dari lokasi kejadian," ucap polisi.

Ambulans berdatangan ke lokasi, dan mengevakuasi korban ke rumah sakit lokal, termasuk rumah sakit anak-anak.

Bare Varathan, pemilik toko di dekat lokasi, sempat melihat 7 sampai 10 anak-anak berhamburan keluar dari Hart Space, nama tempat itu, dengan kondisi berdarah-darah.

"Merka ditusuk di beberapa bagian tubuh," kata Bare sambil menunjuk leher belakang dan dada.

"Mereka tampaknya masih berusia 10 tahun, salah seorang dari mereka kena luka serius," imbuhnya.

Sementara warga lainnya, menyebut kejadian serupa tak pernah terjadi di kota kecil itu.

"Hal ini tak pernah terjadi di sini, mungkin anda pernah melihat penusukan di kota besar seperti Manchester, London, ini adalah kota kecil Southport. Orang-orang menyebutnya Sunny Southport, tempat yang indah," kata Ryan Carney.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pun angkat bicara soal peristiwa ini.

"Ini adalah peristiwa yang sangat buruk dan mengejutkan," katanya.

Ini merupakan salah satu tindakan mematikan bagi anak-anak paling parah di Inggris sejak 1996. Kala itu, Thomas Hamilton, menembaki 16 anak-anak TK dan guru mereka sampai tewas di Dunblane, Skotlandia. Akhirnya, Inggris melarang kepemilikan senjata secara pribadi.

Penembakan massal termasuk peristiwa langka di Inggris. Tetapi, 40 persen peristiwa pembunuhan yang terjadi di Inggris menggunakan pisau. Inggris juga mencatat, terjadi peningkatan peristiwa kriminal menggunakan pisau, yang mendesak pemerintah untuk membuat kebijakan tentang senjata tajam.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Sumber: kumparan