Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Seperti diketahui salah satu strategi konkret pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam upaya memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM), mengentaskan stunting hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yaitu melalui program makan siang gratis untuk anak sekolah dan susu gratis untuk anak-anak serta ibu hamil.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengatakan bahwa anggaran untuk program ini berkisar Rp400 triliun. Dia menjelaskan program ini memiliki tiga komponen fungsi yakni pendidikan, perlindungan sosial dan kesehatan.
Baca Juga : TKN Sebut Kemandirian Pangan Jadi Prioritas Prabowo-Gibran Jika Berhasil Pimpin Indonesia
"Dengan adanya tiga komponen tersebut salah satu opsi penganggaran adalah dengan melalui anggaran tiga fungsi tersebut. Bisa dengan menambahkan anggaran melalui komponen tersebut," terangnya seperti dilansir dari Antara.com, Sabtu (2/12/2023).
Baca Juga : TKN Yakin Khofifah Bakal Memperkuat Peluang Prabowo-Gibran Menang Pilpres Satu Putaran
Nusron mengatakan opsi penambahan anggaran nantinya disalurkan melalui fungsi masing-masing komponen. Dia menyebut sumber pembiayaan untuk melakukan penambahan anggaran dilakukan secara bertahap.
"Jadi tidak serta merta Prabowo-Gibran menang di 2024 maka tahun 2025 akan dianggarkan Rp400 triliun. Ini akan dilaksanakan secara bertahap melalui skala prioritas," sebutnya.
Baca Juga : TKN Sebut Setelah Prabowo Ditetapkan Jadi Presiden Terpilih, Pasti Banyak Kejadian Politik
Nusron menegaskan dalam sistem penganggaran program makan siang dan susu gratis ini tidak melakukan pengalihan dari sejumlah program pemerintah yang sudah banyak memberi manfaat kepada masyarakat. Sejumlah program itu antara lain Kartu Indonesia Sehat (KIS), Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Baca Juga : MK Tolak Permohonan Kubu 01 dan 03, TKN Minta KPU Segera Mensahkan Prabowo Gibran Jadi Presiden dan Wapres
Politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa Prabowo-Gibran telah berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang sudah berhasil di pemerintahan sebelumnya seperti KIS, BPJS, KIP dan PKH.
"Ada tafsir dan analisis yang berkembang bahwa program KIS, KIP, BPJS, PKH akan dialihkan ke makan siang gratis, itu tidak benar," tegasnya.
Baca Juga : Firman Soebagyo Usul Anggaran Dialihkan Beli Lahan Produktif untuk Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) menambahkan bahwa target yang akan dicapai sebanyak 82 juta lebih masyarakat mendapatkan manfaat program makan siang dan susu gratis hingga tahun 2029.
Baca Juga : Komisi II Minta Kepala Daerah Tegas Tegakkan Aturan Imbas 554.000 Hektare Sawah Jadi Permukiman dan Industri
Sebagai informasi, Prabowo-Gibran akan mengalokasikan anggaran Rp450 triliun untuk program makan siang dan susu gratis ini. Sementara untuk memenuhi anggaran itu, Prabowo-Gibran akan memaksimalkan penerimaan pajak dengan membentuk badan penerimaan pajak.
(HAM/nusantaraterkini.co).
